JAKARTA — Gemerlap Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka di Cibubur tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di balik kemeriahan kegiatan nasional yang diikuti hampir 20 ribu peserta, persoalan distribusi natura atau bahan makanan menjadi catatan serius dalam penyelenggaraan.
Penelusuran Metrosulsel.com di lokasi menemukan keluhan peserta dan pembina pendamping mengenai buruknya distribusi bahan makanan. Antrean pengambilan natura berlangsung panjang dan membuat peserta harus menunggu berjam-jam.
Sejumlah peserta bahkan disebut telah mengantre sejak pagi hingga malam. Kondisi semakin menjadi sorotan setelah muncul laporan bahan makanan tertentu, termasuk beras, sempat tidak tersedia ketika peserta melakukan pengambilan natura.
Situasi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam manajemen logistik kegiatan berskala nasional. Jamnas XII berlangsung 12–20 Agustus 2026 dan diikuti 19.833 peserta dari 41 kontingen. Jumlah warga perkemahan mencapai hampir 25 ribu orang. Dengan skala sebesar itu, kebutuhan logistik semestinya telah dihitung secara presisi jauh sebelum peserta tiba di Cibubur.
Terlebih, biaya penyelenggaraan camp yang dihimpun dari peserta diperkirakan tidak kurang dari Rp25 miliar. Besarnya biaya tersebut semestinya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan, termasuk ketepatan distribusi bahan makanan.
Natura bukan fasilitas tambahan. Bahan makanan merupakan kebutuhan dasar peserta selama mengikuti kegiatan.
Karena itu, antrean panjang hingga berjam-jam dan persoalan ketersediaan bahan makanan menjadi catatan yang tidak dapat dianggap sebagai persoalan teknis kecil.
LOGISTIK BESAR, PELAYANAN JUSTRU TERSENDAT
Jamnas XII telah dipersiapkan dalam waktu panjang. Jumlah peserta, kontingen, jadwal kegiatan dan kebutuhan logistik semestinya telah masuk dalam perencanaan panitia.
Namun realitas distribusi natura menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan.
Sistem distribusi yang tidak mampu melayani peserta secara cepat telah menimbulkan beban tambahan bagi kontingen. Peserta yang seharusnya mengikuti agenda kegiatan justru harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk memperoleh bahan makanan.
Bagi peserta usia penggalang, kondisi tersebut bukan persoalan sepele.
Jamnas membawa misi pendidikan karakter, kemandirian dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut seharusnya tercermin pula dalam tata kelola penyelenggaraannya.
Rp25 MILIAR HARUS DIIMBANGI AKUNTABILITAS
Besarnya biaya camp Jamnas XII membuat persoalan pelayanan semakin penting untuk dievaluasi.
Dengan nilai yang diperkirakan tidak kurang dari Rp25 miliar, publik dan peserta berhak mendapatkan penyelenggaraan yang profesional, transparan dan akuntabel.
Evaluasi tidak cukup berhenti pada persoalan antrean. Seluruh rantai logistik perlu diperiksa, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan barang, penyimpanan di gudang, hingga distribusi kepada masing-masing kontingen.
Setiap bahan yang masuk dan keluar seharusnya tercatat dengan jelas. Setiap kontingen seharusnya memperoleh hak sesuai jumlah peserta yang telah didaftarkan.
Jika terjadi kekurangan atau keterlambatan, mekanisme pertanggungjawabannya harus tercatat dalam laporan resmi.
JAMNAS XII BUTUH EVALUASI TOTAL
Kegiatan sebesar Jamnas XII seharusnya meninggalkan pengalaman terbaik bagi peserta, bukan justru menyisakan keluhan mengenai kebutuhan dasar.
Persoalan natura menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kesiapan manajemen penyelenggara.
Metrosulsel.com menilai evaluasi Jamnas XII perlu dilakukan secara menyeluruh dan terbuka, terutama terhadap sektor logistik, konsumsi, distribusi natura dan pengelolaan biaya camp.
Kemegahan panggung dan banyaknya agenda tidak boleh menutupi persoalan pelayanan di lapangan. Sebab ukuran keberhasilan sebuah kegiatan nasional bukan hanya terlihat dari seremoni pembukaan dan penutupan, tetapi juga dari bagaimana panitia memenuhi kebutuhan peserta yang telah mempercayakan kegiatan tersebut kepada penyelenggara.Jamnas XII telah selesai. Kini saatnya seluruh sistem penyelenggaraannya diuji melalui evaluasi dan pertanggungjawaban yang transparan.
Laporan : JUM





















