• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Sorotan

PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

jum007 by jum007
15 September 2026
in Sorotan
PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

JAKARTA — Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mendadak pada 14 September 2026 menyisakan lebih dari sekadar pertanyaan tentang siapa yang akan mengendalikan kebijakan fiskal Indonesia.

Di balik pergantian tersebut, terdapat satu persoalan yang belum sepenuhnya terang: nasib sekitar Rp120 triliun dana/keuntungan Danantara yang sebelumnya disebut akan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Purbaya sebelumnya menyatakan sekitar Rp120 triliun keuntungan Danantara akan masuk APBN. Ia juga menyebut keputusan tersebut merupakan perintah Presiden.

Namun, beberapa hari kemudian, muncul persoalan koordinasi. Danantara disebut masih keberatan dengan rencana setoran tersebut. Bahkan Purbaya mengungkap bahwa pihak Danantara menyatakan belum mengetahui rencana setoran Rp120 triliun itu.

Persoalan tersebut menjadi semakin menarik karena pada 14 September 2026, Purbaya resmi digantikan Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Setelah pergantian tersebut, Danantara disebut akan kembali membahas skema setoran dividen sekitar Rp120 triliun bersama Menteri Keuangan yang baru.

Rangkaian waktu inilah yang kini memunculkan pertanyaan besar: apakah pergantian Purbaya hanya rotasi biasa, atau bagian dari penataan ulang hubungan antara Kementerian Keuangan, Danantara dan pengelolaan kekayaan negara?

Angka Rp120 triliun bukan nominal kecil.

Jika dana tersebut benar-benar masuk APBN, uang itu berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat penerimaan negara dan mengurangi tekanan pembiayaan.

Di sisi lain, Danantara memiliki kepentingan untuk mengelola keuntungan dan aset perusahaan negara sebagai modal investasi serta meningkatkan nilai aset yang dikelolanya.

Baca Juga:  PUSHAKA CIUM REKAYASA SKALA USAHA DI BUSINESS PARK PATTENE

Di sinilah persoalan fundamentalnya muncul.Ketika BUMN menghasilkan keuntungan, siapa yang paling menentukan ke mana uang itu diarahkan?

Apakah keuntungan tersebut harus segera menjadi penerimaan negara melalui APBN?

Atau sebagian besar harus tetap dikelola sebagai modal investasi oleh Danantara?

Jawaban atas pertanyaan ini menentukan bagaimana desain pengelolaan kekayaan negara ke depan.

Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan juga dikenal mengambil sejumlah langkah agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya adalah kebijakan memindahkan sekitar Rp200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia ke sejumlah bank negara dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan mendorong penyaluran kredit. Secara sederhana, pemerintah berharap likuiditas yang lebih besar dapat mendorong kredit, konsumsi, investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, kebijakan fiskal dan moneter tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Karena itu, ekspansi fiskal dan likuiditas membutuhkan koordinasi erat agar dorongan pertumbuhan tidak berubah menjadi tekanan terhadap stabilitas ekonomi.

Sejumlah analis kemudian menyoroti kebutuhan sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Dengan pergantian Purbaya, pemerintah kini menunjuk Suahasil Nazara, figur yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan.

Pergantian itu dapat dibaca sebagai upaya pemerintah memperkuat konsistensi kebijakan fiskal dan kredibilitas APBN. Namun, sekali lagi, belum ada pernyataan resmi yang menyebut bahwa hubungan Purbaya dengan Bank Indonesia menjadi alasan pencopotannya.

Baca Juga:  SK BUPATI DILANGKAHI! KADIS KESEHATAN MAROS GESER KASI LEWAT SURAT TUGAS, DIDUGA LANGGAR UU ASN DAN PP 11/2017

RUPIAH DAN TEKANAN INVESTOR

Pergantian Menteri Keuangan juga terjadi ketika rupiah berada dalam tekanan. Pada 14 September 2026, nilai Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di sekitar Rp17.635 per dolar AS.

Rupiah yang melemah memberikan konsekuensi terhadap biaya impor, pembayaran kewajiban dalam valuta asing, subsidi serta persepsi investor terhadap perekonomian Indonesia.

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah membutuhkan kombinasi antara pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal. Terlalu ketat dapat menghambat pertumbuhan. Terlalu ekspansif dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai defisit, utang dan stabilitas rupiah. Di titik inilah posisi Menteri Keuangan menjadi sangat strategis.

DEFISIT APBN JUGA MENJADI PERHATIAN

Pemerintah harus menjaga defisit APBN tetap dalam batas yang diperbolehkan. Di tengah besarnya agenda pemerintahan Prabowo Subianto, kebutuhan pembiayaan menjadi tantangan tersendiri.

Program prioritas membutuhkan anggaran besar, sementara pemerintah juga harus menjaga kepercayaan pasar. Karena itu, penerimaan dari dividen BUMN menjadi semakin strategis.

Jika Rp120 triliun benar-benar masuk APBN, dana tersebut dapat memberikan ruang fiskal tambahan. Sebaliknya, apabila dana tersebut tetap berada di Danantara untuk investasi, pemerintah harus mencari sumber pembiayaan lain untuk memenuhi kebutuhan APBN. Di sinilah angka Rp120 triliun berubah dari sekadar angka menjadi persoalan politik ekonomi.

PURBAYA PERGI, PERTANYAAN TETAP TINGGAL

Pergantian Purbaya sendiri belum dapat dijadikan bukti adanya pelanggaran, skandal atau konflik tertentu.

Baca Juga:  SOLAR LANGKA, RATUSAN HEKTARE SAWAH DI SIMBANG TERANCAM GAGAL PANEN

Pemerintah juga belum memberikan penjelasan spesifik bahwa Purbaya diberhentikan karena persoalan Rp120 triliun, Danantara, rupiah ataupun Bank Indonesia.

Namun, rangkaian peristiwa tetap menarik untuk dicermati. Purbaya berbicara mengenai Rp120 triliun. Danantara kemudian disebut keberatan. Pemerintah mengganti Menteri Keuangan. Dan setelah itu, pembahasan mengenai skema Rp120 triliun kembali diarahkan kepada Menteri Keuangan baru.

Apakah semuanya hanya kebetulan?

Belum ada bukti untuk menyimpulkan demikian.

Tetapi pertanyaan publik juga tidak bisa begitu saja dihapus.

Sebab persoalannya bukan hanya tentang siapa yang menjadi Menteri Keuangan.

Persoalan yang lebih besar adalah:

Siapa sebenarnya yang memegang kendali atas uang hasil kekayaan negara?

Apakah Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara?

Apakah Danantara sebagai pengelola aset BUMN?

Atau Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan arah pengelolaan triliunan rupiah kekayaan negara.

Dan karena itu, Rp120 triliun bukan sekadar angka dalam APBN. Ia adalah ujian transparansi: siapa yang mengendalikan uang negara, untuk kepentingan siapa, dan dengan mekanisme apa?

Metrosulsel.com akan terus menelusuri perkembangan pembahasan Rp120 triliun Danantara, termasuk posisi pemerintah, Danantara, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Sumber utama yang menjadi pijakan: Reuters, Financial Times, Bank Indonesia, serta pemberitaan mengenai pernyataan Purbaya dan Danantara yang dirujuk dalam bahan sebelumnya.

JUM

Share15Tweet9SendShareSend

Related Posts

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG
Sorotan

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

15 September 2026
HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK
Sorotan

HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

15 September 2026
KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH PAJUKUKANG MULAI DIBANGUN, KNPB MAROS MINTA PEMBANGUNAN DIKAWAL
Sorotan

KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH PAJUKUKANG MULAI DIBANGUN, KNPB MAROS MINTA PEMBANGUNAN DIKAWAL

12 September 2026
RP80 JUTA MENGENDAP 6 TAHUN, INSPEKTORAT MAROS TURUN TANGAN
Sorotan

RP80 JUTA MENGENDAP 6 TAHUN, INSPEKTORAT MAROS TURUN TANGAN

7 September 2026
SPBU JAWI-JAWI DIBLOKIR PERTAMINA, PETANI MAROS TERANCAM KEKURANGAN SOLAR
Sorotan

SPBU JAWI-JAWI DIBLOKIR PERTAMINA, PETANI MAROS TERANCAM KEKURANGAN SOLAR

7 September 2026
OKNUM PEGAWAI DINAS PERTANIAN MAROS DILAPORKAN, DUGAAN UANG ALSINTAN RP80 JUTA TAK KUNJUNG KEMBALI
Sorotan

OKNUM PEGAWAI DINAS PERTANIAN MAROS DILAPORKAN, DUGAAN UANG ALSINTAN RP80 JUTA TAK KUNJUNG KEMBALI

7 September 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

15 September 2026
PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

15 September 2026
HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

15 September 2026
LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

14 September 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9131 shares
    Share 3652 Tweet 2283
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2075 shares
    Share 830 Tweet 519
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    2012 shares
    Share 805 Tweet 503
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG
Sorotan

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

by jum007
15 September 2026
0

Ket Foto : Kepala Dinas Pertanian Maro Jamaluddin Saat Sedang Di Konfirmasi Wartawan Metrosulsel.com MAROS — Sebuah persoalan yang bermula...

Read more
PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

15 September 2026
HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

15 September 2026
LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

14 September 2026
WARIS HALID TEMUI PENGEMUDI OJOL, SERUKAN PELAYANAN DASAR YANG ADIL DAN ASPIRASI PEKERJA DIDENGAR

WARIS HALID TEMUI PENGEMUDI OJOL, SERUKAN PELAYANAN DASAR YANG ADIL DAN ASPIRASI PEKERJA DIDENGAR

13 September 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.