MAROS — Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Maros turut ambil bagian dalam operasi pencarian dan evakuasi korban sambaran petir yang terjadi di kawasan Gunung Monrolo, Kampung Kantisang, Dusun Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Minggu (24/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 WITA saat lima orang pendaki sedang berada di kawasan puncak Gunung Monrolo. Berdasarkan informasi yang diterima, cuaca di lokasi tiba-tiba berubah menjadi hujan deras yang disertai petir. Dalam kejadian tersebut, seluruh pendaki tersambar petir, mengakibatkan satu orang atas nama **Fausan (24)** meninggal dunia, sementara empat pendaki lainnya berhasil selamat.
Setelah menerima laporan dari Unit Reaksi Cepat (URC) Pramuka Peduli Tompobulu, Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Maros segera melakukan langkah cepat. Pada pukul 19.20 WITA, personel URC bersama Satgas Pramuka Peduli berjumlah tiga orang bergerak menuju Desa Bonto Manurung guna mengumpulkan informasi lapangan serta berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur SAR gabungan untuk mempersiapkan proses evakuasi.
Selanjutnya, pada pukul 21.20 WITA, personel Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Maros melakukan persiapan peralatan pendukung operasi seperti helm keselamatan, headlamp, dan perlengkapan lainnya sebelum bergabung dengan tim dari BPBD Kabupaten Maros dan unsur SAR gabungan menuju lokasi kejadian.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Maros menurunkan tujuh personel, yaitu Kurniawan, Dion, Muh. Rezky, Muh. Safwan, Muh. Agus Salim, Alpiansah, dan Muh. Ari Duhari. Bersama unsur SAR gabungan, para personel bahu-membahu melaksanakan proses evakuasi di medan pegunungan yang cukup menantang dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Keberadaan Satgas Pramuka Peduli menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu proses penanganan darurat, sekaligus menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung kegiatan kebencanaan dan operasi penyelamatan jiwa di wilayah Kabupaten Maros.
Setelah melalui rangkaian proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung sejak malam hari hingga pagi, operasi SAR terhadap korban sambaran petir di Gunung Monrolo resmi ditutup pada pukul 09.26 WITA. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke instansi dan organisasi masing-masing dengan tetap menjunjung semangat kolaborasi, kemanusiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Maros, BPBD, SAR Gabungan, aparat pemerintah, serta masyarakat dalam memberikan respon cepat terhadap kejadian yang membahayakan jiwa. Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pendaki agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di alam terbuka.
**”Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”** Semangat pengabdian tersebut terus menjadi landasan bagi Pramuka Peduli dalam setiap aksi kemanusiaan untuk membantu sesama tanpa mengenal waktu dan kondisi.
TIM HUMAS & INFO





















