MAROS — Pertarungan menuju singgasana juara akhirnya tiba. Kelurahan Bontoa dan Desa Minasa Baji memastikan diri sebagai dua tim terbaik yang akan saling berhadapan pada partai final Bantimurung Series 2026, Sabtu, 18 Juli 2026, di Lapangan Sepak Bola Pakalu’.
Laga final dipastikan berlangsung panas. Kedua tim datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah melewati semifinal yang penuh perjuangan dan drama.
Kelurahan Bontoa menjadi tim pertama yang menginjakkan kaki di final usai menumbangkan Desa Moncongloe dengan skor 2-1 pada semifinal yang digelar Rabu (15/7/2026). Permainan disiplin, serangan cepat, dan penyelesaian akhir yang efektif menjadi kunci keberhasilan Bontoa mengamankan tiket menuju partai puncak.
Sementara itu, tiket terakhir ke final diraih Desa Minasa Baji melalui pertandingan yang menguras emosi. Menghadapi Kelurahan Baju Bodoa pada semifinal Kamis (16/7/2026), kedua tim saling berbalas gol hingga waktu normal 2 x 35 menit berakhir dengan skor 2-2.
Ketegangan memuncak saat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Di bawah tekanan ribuan pasang mata, para penendang Desa Minasa Baji tampil dingin dan sukses mengunci kemenangan 3-1, sekaligus memupus harapan Baju Bodoa melangkah ke final.
Kini, hanya tersisa satu pertandingan untuk menentukan siapa yang paling layak menyandang gelar juara Bantimurung Series 2026. Apakah Kelurahan Bontoa mampu mempertahankan tren kemenangan dan mengangkat trofi? Atau justru Desa Minasa Baji yang melengkapi perjalanan dramatisnya dengan gelar juara?
Satu yang pasti, Lapangan Sepak Bola Pakalu’ diprediksi akan dipadati para pendukung dari kedua kubu yang siap menjadi saksi lahirnya sang raja baru Bantimurung Series 2026.
Siapa yang akan berdiri di puncak? Jawabannya akan ditentukan dalam 70 menit, atau mungkin lebih, pada laga yang dipastikan menjadi duel paling bergengsi tahun ini.
JUM





















