MAROS, — Riuh yel-yel menggema, bendera regu berkibar di bawah langit Turikale, dan semangat para Pramuka Penggalang membakar suasana sejak pagi. Lomba Tingkat (LT) II Ranting Turikale resmi digelar selama tiga hari, 18–20 Juli 2026, di lahan depan Ma’had Tahfizhul Qur’an Utsman bin Affan, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Mengusung tema “Mandiri Berkreasi, Gemilang Berprestasi”, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, LT II menjadi panggung lahirnya generasi muda berkarakter, tangguh, disiplin, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Sebanyak lima regu Pramuka Penggalang dari tiga Gugus Depan tampil membawa kebanggaan masing-masing. Meski jumlah peserta tidak banyak, semangat yang ditunjukkan para penggalang justru menghadirkan atmosfer layaknya sebuah perhelatan besar. Sorak-sorai, tepuk Pramuka, hingga yel-yel penuh energi mengguncang arena perkemahan, memperlihatkan bahwa api kepramukaan di Turikale terus menyala dengan kuat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Ranting Turikale, Muhammad Yasin, yang hadir bersama jajaran Andalan Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Turikale.
Dalam sambutannya, Muhammad Yasin menegaskan bahwa kemenangan sejati dalam Pramuka tidak hanya diukur dari jumlah piala yang diraih, melainkan dari karakter yang berhasil dibentuk selama mengikuti proses pendidikan kepramukaan.
“Pramuka adalah kawah candradimuka tempat lahirnya pemimpin masa depan. Menang memang membanggakan, tetapi kejujuran, kedisiplinan, persaudaraan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah adalah prestasi terbesar yang harus dibawa pulang oleh setiap peserta,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Selama tiga hari penuh, para penggalang akan ditempa melalui berbagai materi dan perlombaan yang menguji keterampilan teknik kepramukaan, kecakapan hidup, kepemimpinan, kreativitas, ketahanan mental, hingga kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Setiap perlombaan bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga medan pembuktian karakter. Di sinilah para peserta belajar mengambil keputusan, memimpin regu, menghormati lawan, serta bangkit ketika menghadapi kegagalan. Nilai-nilai inilah yang menjadi ruh utama pendidikan Gerakan Pramuka.
Di tengah keterbatasan sarana, semangat para peserta justru semakin berkobar. Lahan terbuka yang disulap menjadi bumi perkemahan membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak memerlukan kemewahan. Alam menjadi ruang belajar terbaik untuk membentuk pribadi yang mandiri, tangguh, peduli, dan bertanggung jawab.
Lomba Tingkat II Ranting Turikale diharapkan menjadi momentum kebangkitan pembinaan Pramuka di Kabupaten Maros. Dari bumi perkemahan sederhana inilah akan lahir kader-kader terbaik yang kelak menjadi pemimpin di sekolah, masyarakat, bahkan bangsa.
Semangat “Mandiri Berkreasi, Gemilang Berprestasi” bukan sekadar slogan, melainkan tekad yang terus menyala di hati setiap penggalang. Dari Turikale, obor kepramukaan kembali berkibar, menyalakan harapan akan lahirnya generasi emas yang berkarakter, berintegritas, berprestasi, serta setia mengamalkan Satya dan Darma Pramuka demi Indonesia yang lebih maju.
HUMAS & INFO





















