MAROS — Inilah sebuah final yang akan dikenang bertahun-tahun lamanya. Sebuah laga yang menghadirkan segalanya; gol-gol indah, kebangkitan, ketegangan, harapan yang nyaris sirna, hingga adu penalti yang membuat ribuan mata penonton menahan napas.
Di bawah kepemimpinan wasit Rudi Haning, partai final Bantimurung Series 2026 di Lapangan Sepak Bola Pakalu’, Sabtu (18/7/2026), berubah menjadi panggung pertarungan dua kekuatan terbaik, Kelurahan Bontoa FC dengan kostum hijau dan Desa Minasa Baji yang tampil gagah dengan seragam biru.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, tempo pertandingan langsung menggelegar. Kedua tim saling menyerang tanpa memberi ruang sedikit pun.
Baru sembilan menit laga berjalan, pendukung Minasa Baji bergemuruh. Furqan sukses melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung penjaga gawang Bontoa. Bola bersarang di dalam gawang, skor berubah 1-0. Tribun biru meledak dalam euforia.
Namun, sang juara tidak lahir dari tim yang mudah menyerah.
Hanya lima menit berselang, Bontoa membalas. Serangan cepat diakhiri dengan penyelesaian sempurna oleh Yusran, yang mengoyak jala Minasa Baji pada menit ke-14. Skor kembali imbang 1-1. Sorak-sorai penonton mengguncang Lapangan Pakalu’, sementara kedua tim menutup babak pertama tanpa ada yang mampu mencuri keunggulan.
Babak kedua menjadi milik Bontoa.
Belum genap tiga menit setelah jeda, Yusran kembali menjadi mimpi buruk bagi Minasa Baji. Gol keduanya pada menit ke-43 membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Belum sempat Minasa Baji bangkit, petaka kembali datang.
Menit ke-51, Alfian menyambar peluang emas dan memperbesar keunggulan Bontoa menjadi 3-1. Para pendukung Bontoa mulai berdiri, sebagian sudah membayangkan trofi juara berada di tangan mereka.
Tetapi final besar tidak pernah selesai sebelum peluit panjang berbunyi.
Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Minasa Baji melancarkan serangan bertubi-tubi. Perjuangan itu berbuah manis pada menit ke-72 ketika Erwinsyah memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Asa kembali menyala.
Waktu terus berjalan. Jam pertandingan memasuki masa injury time. Pendukung Bontoa mulai menghitung detik menuju kemenangan.
Namun, sepak bola selalu menyimpan keajaiban.
Menit 80+6. Pemain pengganti Riri muncul sebagai pahlawan. Dalam kemelut di depan gawang, ia melepaskan penyelesaian yang menggetarkan jala Bontoa.
Golllll!
Skor berubah 3-3.Seluruh stadion bergemuruh. Pendukung Minasa Baji berhamburan merayakan gol yang datang pada detik-detik terakhir. Sebaliknya, pemain Bontoa hanya bisa terduduk di lapangan, seolah kemenangan yang sudah di depan mata menguap begitu saja.
Peluit panjang berbunyi. Final harus ditentukan lewat adu penalti. Suasanae brubah mencekam. Tak terdengar lagi teriakan. Ribuan pasang mata hanya tertuju pada titik putih.
Satu demi satu algojo menjalankan tugasnya. Satu demi satu penjaga gawang mencoba menjadi pahlawan. Ketegangan mencapai puncaknya hingga tendangan terakhir.
Akhirnya…
Kelurahan Bontoa menang 7-6 dalam adu penalti. Seluruh pemain, pelatih, dan pendukung Bontoa langsung berlari ke tengah lapangan. Tangis bahagia pecah. Para pemain saling berpelukan. Trofi yang selama berminggu-minggu diperjuangkan akhirnya resmi menjadi milik mereka.
Di sisi lain lapangan, para pemain Minasa Baji menitikkan air mata. Mereka hanya terpaut satu langkah dari kejayaan. Meski gagal menjadi juara, semangat pantang menyerah hingga detik terakhir membuat mereka pulang dengan kepala tegak sebagai Runner-up Bantimurung Series 2026.
Partai final bergengsi ini turut disaksikan Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, ST, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Andi Muhammad Irfan AB dan Muhammad Taufik Malik, SH, Ketua Askab PSSI Maros Yusdal Yusuf, Ketua KONI Maros Chaerul Syahab, jajaran kepala OPD, unsur Forkopimcam, serta ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Pakalu’.
Ketua Panitia Zam Zam Prayoga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah menyukseskan turnamen. Ia juga memastikan bahwa kompetisi akan kembali hadir pada tahun depan dengan skala yang lebih besar melalui New Bantimurung Cup II Tahun 2027.
HASIL AKHIR BANTIMURUNG SERIES 2026
🏆 Juara I: Kelurahan Bontoa FC – Trofi dan uang pembinaan Rp20.000.000.
🥈 Juara II: Desa Minasa Baji – Trofi dan uang pembinaan Rp15.000.000.
🥉 Juara III Bersama: Desa Moncongloe dan Kelurahan Baju Bodoa – Trofi dan uang pembinaan masing-masing Rp9.000.000.
⚽ Top Skor: Asir Asiz (Desa Mangeloreng).
⭐ Pemain Terbaik: Imran Mahmud (Desa Minasa Baji).
Bantimurung Series 2026 berakhir dengan sebuah kisah yang layak disebut sebagai salah satu final terbaik dalam sejarah turnamen. Enam gol tercipta, satu gol penyama kedudukan lahir di detik-detik terakhir, dan sang juara akhirnya ditentukan lewat drama adu penalti. Sebuah pertandingan yang membuktikan bahwa dalam sepak bola, keajaiban selalu hidup hingga peluit terakhir dibunyikan.
JUM





















