MAROS – Ketua Terpilih Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Maros, H. A. Muetazim Mansyur, mulai menunjukkan arah kepemimpinannya dengan menekankan pentingnya disiplin kerja, transparansi, serta soliditas antar pengurus di tengah berbagai dinamika internal yang selama ini berkembang.
Dalam pernyataannya, Muetazim secara terbuka mengingatkan para andalan agar fokus menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, tanpa saling tumpang tindih kewenangan yang justru berpotensi menghambat kinerja organisasi.
“Setiap bidang harus berjalan pada relnya. Tidak boleh saling ‘baku iris’. Kita ingin kerja yang tertib, terarah, dan saling menguatkan, bukan saling mengambil peran satu sama lain,” tegasnya.
Pernyataan ini dinilai sebagai respons terhadap isu yang selama ini kerap muncul di internal organisasi, mulai dari tumpang tindih peran hingga kurang optimalnya koordinasi antar bidang.
Tak hanya itu, Muetazim juga memberi sinyal kuat akan diterapkannya sistem evaluasi rutin terhadap kinerja pengurus. Ia menegaskan bahwa setiap posisi, termasuk Wakil Ketua Bidang (Waka), akan dievaluasi secara berkala.
“Setiap tahun akan kita evaluasi. Jika ada yang dinilai belum maksimal menjalankan tugasnya, tentu akan ada penyesuaian, termasuk kemungkinan rotasi,” ujarnya.
Langkah ini dipandang sebagai upaya membangun budaya kerja yang lebih profesional dan akuntabel di tubuh Kwarcab Maros, sekaligus menjawab harapan akan perubahan yang lebih nyata di periode kepengurusan 2026–2031.
Selain penataan internal, Muetazim juga menegaskan komitmennya terhadap pengelolaan keuangan dan aset organisasi yang lebih transparan. Ia menilai, keterbukaan menjadi kunci untuk mengembalikan dan menjaga kepercayaan seluruh elemen dalam organisasi.
Berbekal pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat, ia optimistis mampu membawa Pramuka Maros ke arah yang lebih maju.
Namun demikian, ia menyadari bahwa perubahan tidak bisa berjalan sendiri. Ia mengajak seluruh pengurus untuk meninggalkan ego sektoral dan membangun semangat kebersamaan.
“Kita butuh kerja kolektif. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri. Kalau kita kompak, saya yakin Pramuka Maros bisa kembali berada di posisi terbaik,” tutupnya.
Dengan penegasan arah kepemimpinan yang lebih tegas ini, publik kini menanti sejauh mana komitmen tersebut benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata di tubuh Kwarcab Maros.
— JUM —















