MAROS — Misteri penyebab pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 milik TNI Angkatan Udara keluar landasan di Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.
TNI AU memastikan insiden tersebut terjadi bukan saat operasi penerbangan rutin, melainkan ketika pesawat menjalani test flight setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, insiden terjadi dalam rangkaian pengujian pesawat setelah menjalani pemeliharaan tingkat berat.
“Telah terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat,” kata Nyoman, Senin (24/8/2026).
Dalam rangkaian pengujian tersebut, pesawat melaksanakan sejumlah tahapan pemeriksaan. Salah satunya berupa simulasi take off di landasan.
Namun, persoalan muncul ketika pesawat memasuki tahapan pengereman.
Menurut Nyoman, sistem pengereman pesawat mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat berfungsi secara maksimal. “Saat melaksanakan pengereman, terjadi kendala teknis pada sistem pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal,” ujarnya.
Gangguan tersebut membuat pesawat tidak mampu berhenti secara optimal hingga akhirnya melewati batas ujung landasan. Akibatnya, Sukhoi Su-30 MK2 mengalami overrun dan keluar sekitar 30 meter dari batas ujung landasan.
“Akibat kendala tersebut, pesawat keluar sekitar 30 meter dari batas ujung landasan,” kata Nyoman.
Bukan Langsung Diterbangkan Kembali
Pasca-insiden, pesawat tidak langsung digunakan untuk melanjutkan rangkaian pengujian.
TNI AU terlebih dahulu mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian dan menariknya menuju hanggar perawatan.
“Selanjutnya pesawat ditarik menuju hanggar perawatan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Nyoman.
Pemeriksaan tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan kondisi pesawat sekaligus menelusuri lebih jauh gangguan pada sistem pengereman yang terjadi saat pengujian.
TNI AU memastikan pesawat baru akan kembali menjalani pengujian setelah proses pemeriksaan dan persiapan dinyatakan selesai.
“Pesawat selanjutnya akan disiapkan untuk melaksanakan test berikutnya,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, TNI AU menegaskan penyebab langsung insiden telah diketahui, yakni kendala teknis pada sistem pengereman saat test flight.
Insiden ini juga terjadi dalam konteks pengujian pesawat pasca-overhaul, bukan ketika Sukhoi Su-30 MK2 tersebut menjalankan misi operasional rutin.
Meski pesawat keluar sekitar 30 meter dari ujung landasan, TNI AU kini memfokuskan penanganan pada pemeriksaan teknis sebelum pesawat kembali dinyatakan siap mengikuti rangkaian test flight berikutnya.
JUM





















