• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Sorotan

Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

jum007 by jum007
17 Juni 2026
in Sorotan
Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

MAKASSAR — Issu pengunduran diri ratusan kepala SMA dan SMK di Sulawesi Selatan tidak bisa dipandang sebagai peristiwa administratif biasa. Di balik polemik tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai tata kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang selama ini menjadi salah satu sumber anggaran terbesar di lingkungan pendidikan.

Seorang guru di Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut pengunduran diri sejumlah kepala sekolah tidak terlepas dari rasa malu dan tekanan moral akibat berbagai temuan terkait pengelolaan Dana BOS yang menjadi sorotan.

Menurutnya, salah satu pos anggaran yang selama bertahun-tahun mengundang pertanyaan adalah pengadaan buku sekolah, misalnya. “Setiap tahun sekolah mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan buku. Anehnya, isi buku yang dibeli sering kali tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yang berubah hanya sampul atau sedikit penyesuaian. Namun anggarannya terus berulang dan nilainya tidak kecil,” ujarnya.

Baca Juga:  GUBERNUR SULTENG TURUN KE JALAN: KOMITMEN BERSAMA RIBUAN MASSA BERANTAS TAMBANG ILEGAL

Menurut sumber tersebut, di kalangan guru berkembang dugaan bahwa praktik pengadaan buku selama ini menjadi lahan yang rawan konflik kepentingan. Bahkan muncul dugaan adanya pemberian fee oleh pihak penerbit kepada oknum tertentu sebagai konsekuensi penunjukan penerbit dalam pengadaan buku melalui Dana BOS.

Jika dugaan itu benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran administrasi, melainkan pengkhianatan terhadap tujuan utama Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa.

Dana pendidikan yang berasal dari uang rakyat semestinya diprioritaskan untuk kebutuhan belajar mengajar, bukan menjadi ruang transaksi yang menguntungkan segelintir pihak.

Yang lebih memprihatinkan, isu ini bukan cerita baru. Keluhan mengenai belanja buku yang berulang, minim evaluasi manfaat, serta dugaan adanya permainan dalam proses pengadaan telah lama beredar di lingkungan sekolah. Namun selama bertahun-tahun persoalan tersebut seolah menjadi rahasia umum yang tidak pernah disentuh secara serius.

Baca Juga:  BERTENTANGAN DENGAN PERNYATAAN RESMI KADIS KESEHATAN, PETUGAS KIS PKM MANDAI TOLAK PASIEN MESKI ADA JAMINAN PEMKAB

Orang tua siswa, Jumadi, menilai persoalan ini tidak hanya berdampak pada tata kelola keuangan sekolah, tetapi juga menyentuh aspek moral pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan tempat membentuk karakter dan integritas generasi muda sehingga pendidik harus menjadi teladan.

“Apa jadinya dunia pendidikan jika kepala sekolah atau pihak pendidik ditemukan terlibat korupsi? Sekolah ini lingkungan pendidikan. Jika pendidik melakukan korupsi maka konsekuensi moral murid juga akan rusak. Sehingga sudah selayaknya kepala sekolah menunjukkan integritas terakhirnya yaitu mengundurkan diri,” kata Jumadi.

Ia menambahkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan harus diusut secara terbuka agar tidak mencederai kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Gelombang pengunduran diri kepala sekolah justru membuka tabir bahwa persoalan pendidikan tidak hanya terletak pada kurikulum, fasilitas, atau kualitas guru, tetapi juga pada integritas pengelolaan anggaran. Sulit berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan jika sistem pengawasan masih lemah dan penggunaan anggaran tidak transparan. Karena itu, publik berhak menuntut audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS, khususnya belanja pengadaan buku dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, auditor negara, dan aparat penegak hukum harus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk kepentingan peserta didik.

Baca Juga:  MALLAWA DARURAT DOKTER, PASIEN DILAYANI ONLINE, PEMERINTAH GAGAL HADIR !

Pendidikan tidak akan maju jika anggarannya menjadi bancakan. Sekolah seharusnya menjadi tempat membangun kejujuran dan integritas, bukan justru menjadi contoh bagaimana uang pendidikan dapat kehilangan arah dari tujuan utamanya.

Jika polemik ini tidak diusut secara terbuka, maka yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan kepala sekolah, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan itu sendiri.

JUM

Share40Tweet25SendShareSend

Related Posts

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 
Sorotan

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

22 Agustus 2026
INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM
Sorotan

INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

22 Agustus 2026
SIAPA KASI IZIN TRUK 28 TON MELINTAS, DI JALAN MAROS-TOMPOBULU
Sorotan

SIAPA KASI IZIN TRUK 28 TON MELINTAS, DI JALAN MAROS-TOMPOBULU

2 Agustus 2026
LOGIS 08 Kecam Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Membela Perkara Korupsi
Sorotan

LOGIS 08 Kecam Hotman Paris: Jangan Seret Nama Presiden untuk Membela Perkara Korupsi

20 Juli 2026
BUPATI GOWA DILAPORKAN KE KPK, DUGAAN FEE PROYEK SERAGAM SEKOLAH RP15 MILIAR
Sorotan

BUPATI GOWA DILAPORKAN KE KPK, DUGAAN FEE PROYEK SERAGAM SEKOLAH RP15 MILIAR

16 Juli 2026
DINAS PERTANIAN MAROS DUGAAN JADI SARANG PUNGLI ALSINTAN
Sorotan

DINAS PERTANIAN MAROS DUGAAN JADI SARANG PUNGLI ALSINTAN

10 Juli 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

22 Agustus 2026
INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

22 Agustus 2026
KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

22 Agustus 2026
TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

21 Agustus 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9131 shares
    Share 3652 Tweet 2283
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2218 shares
    Share 887 Tweet 555
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2073 shares
    Share 829 Tweet 518
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    2000 shares
    Share 800 Tweet 500
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 
Sorotan

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

by jum007
22 Agustus 2026
0

JAKARTA -- Persoalan penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka di Cibubur semakin mendapat sorotan. Selain keluhan peserta mengenai distribusi...

Read more
INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

22 Agustus 2026
KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

22 Agustus 2026
TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

21 Agustus 2026
MALAM HANGAT CHAIDIR SYAM BERSAMA KONTINGEN MAROS DI JAMNAS XII

MALAM HANGAT CHAIDIR SYAM BERSAMA KONTINGEN MAROS DI JAMNAS XII

21 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.