• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Breaking News

PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

jum007 by jum007
14 Oktober 2026
in Breaking News
PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

MAKASSAR — Kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan pasokan listrik di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 165 megawatt (MW). Kondisi ini menjadi sorotan dalam rapat reses Anggota DPD RI, Andi Waris Halid, yang membahas ketahanan energi, keandalan pasokan listrik, hingga percepatan pengembangan energi terbarukan.

Berdasarkan data September yang dipaparkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), beban puncak listrik mencapai sekitar 2.105 MW, sedangkan kemampuan pasokan yang tersedia hanya sekitar 1.940 MW.

Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (14/10/2026). Rapat itu menghimpun aspirasi dan materi pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi beserta perubahannya.

Sejumlah persoalan strategis mengemuka, mulai dari keandalan pasokan listrik saat musim kemarau, ketergantungan pembangkit terhadap ketersediaan air, kebutuhan lahan untuk infrastruktur ketenagalistrikan, pengawasan BBM bersubsidi, hingga perlindungan masyarakat dalam pelaksanaan transisi energi.

Kemarau Tekan Produksi Pembangkit

Dalam pemaparannya, Dinas ESDM menyebut ketahanan energi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Berkurangnya ketersediaan air berdampak langsung terhadap kemampuan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dalam menghasilkan energi. Kondisi tersebut turut memengaruhi keandalan pasokan listrik dan disebut berkaitan dengan pemadaman bergilir di sejumlah kabupaten.

Dinas ESDM menjelaskan, pembangkit berbasis energi air berkontribusi sekitar 35 persen terhadap daya mampu pembangkit. Ketika debit air menurun, kemampuan produksi listrik dari pembangkit tersebut ikut mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga:  Polemik Bayi di Maros: Orang Tua Kandung Akui Pernah Menitipkan Anak Karena Faktor Ekonomi Namun Neneknya Tak Tau

Perwakilan PT PLN dalam rapat itu juga menjelaskan bahwa keterbatasan air menyebabkan kendala operasional pada sejumlah PLTA. Dampaknya, pasokan listrik yang dapat disalurkan kepada masyarakat ikut terpengaruh.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan dalam jangka pendek, PLN melakukan optimalisasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Namun, langkah tersebut perlu diimbangi dengan perencanaan jangka panjang agar keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga.

Situasi ini sekaligus menegaskan pentingnya evaluasi terhadap perencanaan kebutuhan listrik, diversifikasi sumber energi, serta pengembangan pembangkit yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

PLN Hadapi Tantangan Penyediaan Lahan

Selain persoalan pasokan, PLN memaparkan kebutuhan lahan sekitar 4.330 hektare untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi. Dalam pembahasan tersebut, turut disampaikan kebutuhan lahan sekitar 300 hektare untuk salah satu lokasi pengembangan.

Penyediaan lahan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama apabila lokasi yang dibutuhkan bersinggungan dengan kawasan hutan atau peruntukan ruang lainnya.

Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, kesesuaian tata ruang, serta kejelasan perizinan agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan sesuai ketentuan.

PLN juga menyampaikan pembahasan alternatif lokasi di Kabupaten Bulukumba, termasuk lahan persawahan, serta koordinasi dengan PT Perkebunan Nusantara terkait lahan sekitar 300 hektare di Kabupaten Takalar.

Baca Juga:  GEBYAR MTQ XXXIV SULSEL DI MAROS MEMUNCAK, MALAM INI PENYISIHAN, BESOK 10 QORI TERBAIK BERTARUNG DI FINAL

Penentuan lokasi pembangunan turut mempertimbangkan kedekatan dengan gardu induk agar proses penyambungan ke sistem kelistrikan dapat dilakukan secara efektif.

Persoalan lahan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diselesaikan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan pasokan listrik di Sulawesi.

Pengawasan BBM Bersubsidi Diperkuat

Di sektor distribusi energi, perwakilan PT Pertamina menyoroti pentingnya penguatan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, agar tepat sasaran.

Perbedaan harga energi dinilai dapat memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Disparitas harga juga berpotensi menimbulkan celah penyalahgunaan distribusi dan praktik pengambilan keuntungan yang tidak semestinya.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah dan badan usaha, penguatan pengawasan di lapangan, serta evaluasi mekanisme penyaluran menjadi langkah penting untuk memastikan subsidi energi diterima masyarakat yang berhak.

Pengawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi energi agar tidak menyimpang dari tujuan kebijakan subsidi pemerintah.

WALHI Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Sementara itu, perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Arfiandi Anas, S.H., menekankan pentingnya mempercepat pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Selatan.

Menurut WALHI, persoalan kekurangan pasokan listrik harus menjadi momentum untuk memperkuat diversifikasi energi dan mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Ketergantungan pada energi fosil dinilai perlu dikurangi melalui pengembangan energi terbarukan yang direncanakan secara matang dan sesuai dengan potensi daerah.

Baca Juga:  DPP PEMUDA LIRA GANDENG BAWASLU RI PERKUAT PENGAWASAN PARTISIPATIF PEMILU

WALHI juga menyoroti pentingnya penguatan kerangka regulasi untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung percepatan transisi energi yang berkeadilan.

Dalam aspek sosial, WALHI mengingatkan agar kebijakan dan pembangunan infrastruktur energi tetap memperhatikan hak serta kepentingan masyarakat. Pembangunan tidak seharusnya menyebabkan warga tersingkir atau menanggung dampak yang tidak proporsional.

Dalam forum tersebut, WALHI turut menyampaikan informasi mengenai dugaan kriminalisasi terhadap tujuh petani di Kabupaten Luwu Timur. Informasi itu masih memerlukan pendalaman lebih lanjut terkait kronologi, konteks persoalan, dan kaitannya dengan kebijakan energi maupun pengelolaan sumber daya alam.

DPD RI Diharapkan Kawal Kebijakan Energi

Berbagai persoalan yang disampaikan dalam rapat reses tersebut menjadi bahan pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan kebijakan energi di daerah.

Kesenjangan antara beban puncak dan kemampuan pasokan listrik, ketergantungan pembangkit terhadap kondisi musim, kebutuhan lahan, serta pengawasan BBM bersubsidi menjadi sejumlah isu yang membutuhkan perhatian dan koordinasi antarlembaga.

Di sisi lain, percepatan pengembangan energi terbarukan perlu disertai perencanaan yang realistis, kepastian regulasi, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak pembangunan.

Melalui pengawasan tersebut, DPD RI diharapkan dapat mendorong kebijakan energi yang tidak hanya menjamin keandalan pasokan, tetapi juga memastikan distribusi energi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.

SYUKRI

Share4Tweet2SendShareSend

Related Posts

GUGATAN IJAZAH GIBRAN DENNY INDRAYANA TAK DAPAT DITERIMA MK
Breaking News

GUGATAN IJAZAH GIBRAN DENNY INDRAYANA TAK DAPAT DITERIMA MK

6 Oktober 2026
PRAMUKA PEDULI KWARCAB MAROS BERSAMA BPBD SALURKAN AIR BERSIH
Breaking News

PRAMUKA PEDULI KWARCAB MAROS BERSAMA BPBD SALURKAN AIR BERSIH

4 Oktober 2026
MUTASI KAPOLDA SULSEL, IRJEN DJUHANDHANI DIGANTI IRJEN AWAL CHAIRUDDIN
Breaking News

MUTASI KAPOLDA SULSEL, IRJEN DJUHANDHANI DIGANTI IRJEN AWAL CHAIRUDDIN

3 Oktober 2026
EMPAT HARI DICARI, DIKA BELUM DITEMUKAN: WARGA GELAR DOA, TIM SAR TERUS KURAS KOLAM
Breaking News

EMPAT HARI DICARI, DIKA BELUM DITEMUKAN: WARGA GELAR DOA, TIM SAR TERUS KURAS KOLAM

27 September 2026
KOMISI B DPRD SULSEL KUNKER KE KEMENTAN, BAHAS AKSELERASI SWASEMBADA PANGAN
Breaking News

KOMISI B DPRD SULSEL KUNKER KE KEMENTAN, BAHAS AKSELERASI SWASEMBADA PANGAN

22 September 2026
LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026
Breaking News

LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

14 September 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
LIDIK PRO Surati BPN Maros, Minta Klarifikasi Akta Hibah dan Kesesuaian Objek Tanah

LIDIK PRO Surati BPN Maros, Minta Klarifikasi Akta Hibah dan Kesesuaian Objek Tanah

14 Oktober 2026
PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

14 Oktober 2026
DPRD MAROS SEPAKATI RANPERDA MHA DILANJUTKAN, KATA “PEDOMAN” DITAMBAHKAN

DPRD MAROS SEPAKATI RANPERDA MHA DILANJUTKAN, KATA “PEDOMAN” DITAMBAHKAN

13 Oktober 2026
NEW BANTIMURUNG CUP 2026 RESMI DIBUKA, LAGA PERDANA BERAKHIR IMBANG 2-2

NEW BANTIMURUNG CUP 2026 RESMI DIBUKA, LAGA PERDANA BERAKHIR IMBANG 2-2

11 Oktober 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9141 shares
    Share 3656 Tweet 2285
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2242 shares
    Share 897 Tweet 561
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2080 shares
    Share 832 Tweet 520
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    2029 shares
    Share 812 Tweet 507
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1684 shares
    Share 674 Tweet 421
LIDIK PRO Surati BPN Maros, Minta Klarifikasi Akta Hibah dan Kesesuaian Objek Tanah
Berita Lokal

LIDIK PRO Surati BPN Maros, Minta Klarifikasi Akta Hibah dan Kesesuaian Objek Tanah

by Admin
14 Oktober 2026
0

MAROS — Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK PRO) Maros meminta Kantor Pertanahan Kabupaten Maros menelusuri administrasi pertanahan terkait Akta...

Read more
PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

PASOKAN LISTRIK SULSEL DEFISIT 165 MW, ANDI WARIS HALID SOROTI KETAHANAN ENERGI

14 Oktober 2026
DPRD MAROS SEPAKATI RANPERDA MHA DILANJUTKAN, KATA “PEDOMAN” DITAMBAHKAN

DPRD MAROS SEPAKATI RANPERDA MHA DILANJUTKAN, KATA “PEDOMAN” DITAMBAHKAN

13 Oktober 2026
NEW BANTIMURUNG CUP 2026 RESMI DIBUKA, LAGA PERDANA BERAKHIR IMBANG 2-2

NEW BANTIMURUNG CUP 2026 RESMI DIBUKA, LAGA PERDANA BERAKHIR IMBANG 2-2

11 Oktober 2026
LT-II PRAMUKA BANTIMURUNG DIMULAI, 8 REGU BERTARUNG DALAM 20 MATA LOMBA

LT-II PRAMUKA BANTIMURUNG DIMULAI, 8 REGU BERTARUNG DALAM 20 MATA LOMBA

9 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.