WAJO — Pelayanan cepat dan humanis ditunjukkan Puskesmas Gilireng, Kabupaten Wajo, saat menangani seorang anak santri dalam kondisi darurat, Selasa (14/4).
Pasien bernama Al Hafidz Muhammad Albizhar Al Wahid, putra dari Nawir, S.E., M.M, dilarikan dengan kondisi badan kaku dan kesulitan bernapas menjelang waktu Magrib. Tanpa menunggu kelengkapan administrasi, tenaga medis langsung memberikan penanganan intensif.
Orang tua pasien mengungkapkan rasa syukur atas pelayanan yang diberikan. Ia menyebut anaknya kini dalam kondisi lebih baik setelah mendapatkan perawatan cepat dari petugas kesehatan.
“Sebagai orang tua, saya sangat bersyukur. Pelayanan di Puskesmas Gilireng benar-benar mengedepankan kemanusiaan,” ujarnya.
Menariknya, pihak puskesmas baru meminta kelengkapan data pasien sekitar pukul 20.30 Wita, atau setelah pasien dinyatakan tertangani dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama dibanding prosedur administratif.
Pelayanan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari keluarga pasien, yang menilai langkah tersebut sebagai contoh nyata pelayanan kesehatan yang berpihak pada masyarakat.
Puskesmas Gilireng diharapkan menjadi model bagi fasilitas kesehatan lainnya, agar selalu mengutamakan penyelamatan nyawa dalam kondisi darurat tanpa terhambat birokrasi.
JUM





















