• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Sorotan

NARASI ISTANA VS REALITAS DAERAH: MBG DIKLAIM PRO-RAKYAT, DI LAPANGAN BICARA LAIN

jum007 by jum007
16 Desember 2025
in Sorotan
NARASI ISTANA VS REALITAS DAERAH: MBG DIKLAIM PRO-RAKYAT, DI LAPANGAN BICARA LAIN

MAROS — Di saat Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 15 Desember 2025, dan menegaskan komitmen penuh pemerintah terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), fakta lapangan di Kabupaten Maros justru menunjukkan gambaran yang berlawanan.

Dalam sidang tersebut, Prabowo memanggil seluruh menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memaparkan bahwa kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diklaim mampu menekan harga bahan pangan, salah satunya melalui menu sederhana seperti lele, nasi goreng, dan telur ceplok.

Namun, hasil investigasi Metrosulsel.com di Maros mengungkap indikasi kuat bahwa MBG tidak berjalan sebagaimana narasi yang disampaikan di tingkat pusat.

KLAIM TEKAN HARGA, REALITAS PASAR DIKUNCI

Alih-alih membuka akses pasar luas bagi peternak rakyat, MBG di Maros justru diduga dikunci oleh perusahaan besar ayam broiler dan petelur berbasis kemitraan korporasi. Hampir seluruh pasokan daging ayam dan telur berasal dari perusahaan industri yang menguasai rantai produksi dari hulu ke hilir.

Baca Juga:  Sjafrie Injak Gas, Gelar Rapat Perdana Menko Polkam

Skema ini membuat peternak kecil—termasuk peternak bebek dan ayam mandiri—tidak punya ruang masuk, bertolak belakang dengan klaim bahwa MBG memberi efek penurunan harga dan pemerataan ekonomi.

Padahal, jika benar SPPG difungsikan untuk menekan harga, seharusnya bahan pangan lokal non-korporasi seperti bebek, lele, dan hasil ternak rakyat menjadi prioritas utama.

20 RIBU AYAM PER HARI, DI MANA LOGIKA EFISIENSI?

Investigasi Metrosulsel.com menemukan salah satu perusahaan pengolahan ayam besar di Maros memasok paling sedikit 20 ribu ekor ayam per hari khusus untuk MBG.

Skala pasokan ini justru memperkuat dugaan bahwa MBG telah berubah menjadi pasar pasti industri unggas, bukan mekanisme distribusi pangan murah berbasis lokal.

Baca Juga:  PROYEK SD DI MAROS MANGKRAK USAI KONTRAK HABIS, ADENDUM DINILAI AKAL-AKALAN SELAMATKAN KONTRAKTOR

Jika benar tujuan MBG adalah menekan harga, publik mempertanyakan:
mengapa pasokan justru dipusatkan pada satu jenis komoditas dan satu model industri?

LELE DI ISTANA, BEBEK DIKUBUR DI DAERAH

Pernyataan Kepala BGN yang menyebut menu lele sebagai contoh keberhasilan MBG menekan harga, tidak ditemukan implementasinya secara konsisten di Maros. Lebih ironis lagi, menu berbahan baku bebek lokal sama sekali tidak pernah disajikan.

“Tidak pernah ada menu bebek di dapur MBG. Padahal peternaknya banyak,” ujar Suaib, peternak bebek di Maros.

Menu khas Sulsel seperti nasu palekko, nasu likku, bebek bakar, hingga konro bebek—yang jelas bergizi dan berbasis lokal—lenyap dari piring siswa. Yang hadir justru menu dengan bahan baku industri skala besar.

BERAS PUN TAK LOKAL

Klaim penurunan harga juga dipertanyakan pada komoditas beras. Investigasi menemukan indikasi penguasaan pasokan beras oleh jaringan tengkulak berizin NIB, yang membuat dapur MBG wajib belanja ke pihak tertentu, menutup akses petani lokal.

Baca Juga:  CAMAT TANRALILI BANTAH, TAHU SOAL PUNGLI RP8 JUTA TANAH GARAPAN

Jika kondisi ini dibiarkan, MBG bukan hanya gagal menekan harga, tetapi justru memperkuat mata rantai perantara dan korporasi.

PRESIDEN PERLU TAHU: ADA JARAK ANTARA ISTANA DAN DAPUR MBG

Temuan ini menunjukkan adanya jurang serius antara kebijakan di tingkat pusat dan pelaksanaan di daerah. Apa yang dipaparkan di Istana tentang efisiensi, penurunan harga, dan keberpihakan pada rakyat tidak sepenuhnya tercermin di lapangan.

MBG di Maros saat ini lebih tampak sebagai skema pengamanan pasar industri pangan, bukan program pemerataan ekonomi rakyat.

Pertanyaannya kini mengarah ke pusat kekuasaan: Apakah Presiden Prabowo mengetahui bahwa MBG di daerah justru diduga dikuasai korporasi?

Dan jika mengetahui, akankah negara turun tangan meluruskan arah program ini.

JUM

Share35Tweet22SendShareSend

Related Posts

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI
Sorotan

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

2 Juli 2026
Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu
Sorotan

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

30 Juni 2026
JAMAN Kritik Gaya Komunikasi Menteri Pertanian Saat Kuliah Umum di Gorontalo
Sorotan

JAMAN Kritik Gaya Komunikasi Menteri Pertanian Saat Kuliah Umum di Gorontalo

24 Juni 2026
Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang
Sorotan

Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

19 Juni 2026
Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir
Sorotan

Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

19 Juni 2026
Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?
Sorotan

Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

17 Juni 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

2 Juli 2026
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9123 shares
    Share 3649 Tweet 2281
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2067 shares
    Share 827 Tweet 517
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1676 shares
    Share 670 Tweet 419
MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI
Sorotan

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

by jum007
2 Juli 2026
0

MAROS  -- Menjelang musim panen raya di Kabupaten Maros, para pemilik truk ekspedisi maupun tronton yang diduga selama ini melakukan...

Read more
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026
Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

30 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.