• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Opini

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

jum007 by jum007
1 Juli 2026
in Opini
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

Oleh: Rafih Sri Wulandari

Negara memang dituntut bergerak cepat. Namun, kecepatan tanpa evaluasi justru berpotensi melahirkan kebijakan yang kehilangan arah. Dalam pemerintahan, ukuran keberhasilan bukanlah seberapa banyak program diluncurkan, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat dan seberapa baik negara melindungi setiap warganya.

Beberapa bulan terakhir, pemerintah menghadirkan dua program berskala nasional: Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Keduanya lahir dengan semangat membangun kualitas manusia dan menggerakkan ekonomi desa. Niat tersebut layak diapresiasi.

Namun, dalam kebijakan publik, niat baik saja tidak cukup. Setiap program harus diuji melalui implementasi, efektivitas, dan mitigasi risikonya. Di sinilah muncul pertanyaan. Ketika pelaksanaan MBG masih menyisakan berbagai tantangan, pemerintah justru bergegas menjalankan agenda baru yang tidak kalah besar.

Publik kemudian dikejutkan dengan meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran. Penyebab peristiwa itu tentu harus menunggu hasil investigasi resmi. Namun, tragedi tersebut memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah desain kebijakan ini telah benar-benar memperhitungkan keselamatan manusia?

Baca Juga:  Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah relevansi. Mengapa calon manajer koperasi harus mengikuti latihan dasar kemiliteran? Tidak ada yang meragukan kehormatan dan profesionalisme TNI. Namun, seorang manajer koperasi pada akhirnya dituntut menguasai tata kelola usaha, manajemen keuangan, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, hingga pemasaran digital. Apakah latihan militer merupakan instrumen yang paling tepat untuk membentuk kompetensi tersebut?

Dalam teori kebijakan publik, keberhasilan sebuah program sangat ditentukan oleh kesesuaian antara tujuan dan instrumen yang digunakan. Kebijakan yang baik bukan sekadar memiliki cita-cita mulia, tetapi juga memilih cara yang tepat untuk mencapainya.

Baca Juga:  SUMPAH PEMUDA DAN INDONESIA EMAS 2025

Masalah lainnya adalah ritme pemerintahan. Negara tampak berlari begitu cepat. Satu program belum selesai dievaluasi, program lain sudah diluncurkan. Akibatnya, birokrasi dipaksa mengejar target demi target, sementara ruang evaluasi semakin sempit.

Yang dikhawatirkan, pemerintah akhirnya lebih sibuk mengejar angka keberhasilan administratif daripada memastikan kualitas pelaksanaan di lapangan. Padahal masyarakat tidak pernah menilai pemerintah dari banyaknya program, melainkan dari rasa aman, manfaat nyata, dan keyakinan bahwa negara hadir melindungi mereka.

Di titik inilah peran DPR menjadi sangat penting. Fungsi pengawasan tidak boleh berhenti pada rapat-rapat formal atau pembahasan anggaran. DPR harus memastikan setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan, aman bagi masyarakat, dan terbuka untuk dievaluasi.

Pengawasan bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Justru pengawasan adalah wujud tanggung jawab konstitusional agar setiap kebijakan semakin baik dan tidak mengulang kesalahan yang sama.

Baca Juga:  AKAL AKALAN REGULASI DAN ALIRAN UANG PUBLIK: CELAH SISTEMIK YANG MENYUAP DEMOKRASI

Lima peserta SPPI yang meninggal bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah anak bangsa yang memiliki keluarga, cita-cita, dan harapan untuk mengabdi. Kehilangan mereka seharusnya menjadi momentum bagi negara untuk mengevaluasi, bukan sekadar melanjutkan program seolah tidak terjadi apa-apa.

Bangsa ini membutuhkan pemerintahan yang bergerak cepat, tetapi juga mampu berhenti sejenak untuk mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki diri. Sebab negara yang besar bukanlah negara yang paling cepat berlari, melainkan negara yang tidak pernah mengorbankan keselamatan dan martabat manusia demi mengejar target pembangunan.

Karena pada akhirnya, kemajuan bangsa tidak diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi dari seberapa tinggi negara menghargai setiap nyawa yang menjadi bagian dari proses pembangunan itu.

Share13Tweet8SendShareSend

Related Posts

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa
Opini

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

23 Juni 2026
HARI KARTINI 2026: DARI EMANSIPASI MENUJU TRANSFORMASI PEREMPUAN BERDAYA DI ERA MODERN
Opini

HARI KARTINI 2026: DARI EMANSIPASI MENUJU TRANSFORMASI PEREMPUAN BERDAYA DI ERA MODERN

21 April 2026
MERITOKRASI YANG DIPERJUANGKAN, ETIKA YANG DIJAGA: KEPEMIMPINAN ANDI SUDIRMAN SULAIMAN DI SULAWESI SELATAN
Opini

MERITOKRASI YANG DIPERJUANGKAN, ETIKA YANG DIJAGA: KEPEMIMPINAN ANDI SUDIRMAN SULAIMAN DI SULAWESI SELATAN

14 Januari 2026
KETIKA UJARAN MENJADI SENJATA, RELASI MENJADI KORBAN
Opini

KETIKA UJARAN MENJADI SENJATA, RELASI MENJADI KORBAN

11 Januari 2026
OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA
Opini

OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA

8 Januari 2026
ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA
Opini

ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA

6 November 2025
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026
Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

30 Juni 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9123 shares
    Share 3649 Tweet 2281
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2193 shares
    Share 877 Tweet 548
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2067 shares
    Share 827 Tweet 517
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1676 shares
    Share 670 Tweet 419
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI
Opini

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

by jum007
1 Juli 2026
0

Oleh: Rafih Sri Wulandari Negara memang dituntut bergerak cepat. Namun, kecepatan tanpa evaluasi justru berpotensi melahirkan kebijakan yang kehilangan arah....

Read more
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026
Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

30 Juni 2026
SAKA BHAYANGKARA MAROS BANGKIT KEMBALI, SEMANGAT PENGABDIAN GENERASI MUDA KEMBALI MENYALA

SAKA BHAYANGKARA MAROS BANGKIT KEMBALI, SEMANGAT PENGABDIAN GENERASI MUDA KEMBALI MENYALA

28 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.