• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Nasional

IBADAH DIKAPLING ELITE: PEJABAT KEMENAG DIDUGA MAIN KUOTA HAJI

jum007 by jum007
16 Desember 2025
in Nasional
IBADAH DIKAPLING ELITE: PEJABAT KEMENAG DIDUGA MAIN KUOTA HAJI

JAKARTA — Skandal kuota haji kian menyeret nama-nama pejabat tinggi Kementerian Agama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara terbuka menyatakan tengah mendalami peran pejabat dalam pengambilan diskresi kuota haji tambahan yang diduga menyimpang dari Undang-Undang dan berujung pada kerugian keuangan negara.

Pendalaman itu dilakukan usai pemeriksaan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) bersama tujuh saksi lainnya dari unsur asosiasi penyelenggara ibadah haji. KPK menegaskan, pemeriksaan ini bukan formalitas, melainkan bagian krusial untuk mengurai siapa yang mengambil keputusan, atas dasar apa, dan untuk kepentingan siapa.

Juru Bicara KPK menyebut, fokus pemeriksaan diarahkan pada penghitungan kerugian keuangan negara bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sekaligus memperjelas konstruksi perkara sejak tahap pengambilan kebijakan.

“Penghitungan kerugian negara ini melengkapi rangkaian informasi yang sebelumnya telah diperoleh penyidik,” tegas KPK.

DISKRESI PEJABAT DIPERTANYAKAN, UU DIDUGA DITINGGALKAN

KPK mengungkap, persoalan ini berawal dari tambahan 20.000 kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia. Kuota tersebut sejatinya diperuntukkan untuk memangkas antrean haji reguler yang telah menjerat jutaan jemaah hingga puluhan tahun.

Baca Juga:  PEMERINTAH GENJOT PENGOLAHAN SAMPAH JADI ENERGI LISTRIK DI TUJUH DAERAH, MAKASSAR TAK DISEBUT

Namun, kebijakan pejabat Kementerian Agama justru diduga membelokkan tujuan tersebut. Alih-alih mengikuti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang mengatur pembagian kuota 92 persen reguler dan 8 persen haji khusus, kuota tambahan itu malah dibagi 50:50.

Akibat diskresi ini, kuota haji reguler yang seharusnya bertambah 18.400 justru menyusut menjadi 10.000, sementara kuota haji khusus melonjak drastis dari 1.600 menjadi 10.000.

KPK secara terang menyatakan, diskresi tersebut kini dipertanyakan legalitas dan motifnya.

KUOTA HAJI DIDUGA DIJADIKAN ALAT BISNIS

KPK mendalami apakah kebijakan ini murni keputusan pimpinan Kementerian Agama atau justru sarat kepentingan pihak-pihak di bawahnya, termasuk asosiasi dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang menikmati lonjakan kuota secara signifikan.

Penyidikan menemukan indikasi jual beli kuota haji, bahkan antar-PIHK. Praktik ini diduga melibatkan biro yang belum mengantongi izin resmi. Kuota yang seharusnya menjadi hak jemaah berubah menjadi komoditas.

Baca Juga:  KPK JELASKAN ARAH PENYIDIKAN KUOTA HAJI USAI PERIKSA MANTAN MENTERI AGAMA YCQ

Dampaknya nyata: jemaah lama tersingkir, antrean disalip, dan keberangkatan ditentukan oleh kemampuan membayar, bukan oleh sistem antrian resmi.

KPK CEK LANGSUNG KE ARAB SAUDI, PEJABAT TAK LAGI BISA BERKILAH

Tak berhenti di dalam negeri, KPK bahkan menurunkan penyidik ke Arab Saudi untuk memverifikasi fasilitas dan layanan haji yang dikelola melalui kuota tambahan tersebut. Fakta lapangan ini menjadi bahan penting dalam audit dan penghitungan kerugian negara.

Lebih jauh, KPK juga mendalami dugaan aliran uang dari PIHK dan biro travel kepada oknum pejabat Kementerian Agama. Aliran dana inilah yang kini menjadi titik krusial untuk menelusuri apakah diskresi kuota dilakukan demi kepentingan publik atau justru menguntungkan segelintir elite.

CEKAL PEJABAT DAN ORANG DEKAT, KPK KUNCI RUANG GERAK

Sebagai langkah pengamanan penyidikan, KPK telah mencegah tiga pihak ke luar negeri, termasuk pemilik Maspion dan seorang staf khusus. KPK menyebut, keterangan mereka sangat signifikan karena diduga mengetahui detail konstruksi perkara.

Baca Juga:  BMI TANGSEL GELAR MUJAHADAH BERSAMA KETUM DPN BMI H. FARKHAN EVENDI

“Para pihak ini dibutuhkan keberadaannya di Indonesia karena mengetahui proses diskresi dan aliran-aliran uang,” tegas KPK.

NEGARA DIRUGIKAN, IBADAH DIKHIANAT

Meski laporan IHP BPK Semester I 2024 mencatat kerugian sekitar Rp596 miliar, KPK menegaskan angka tersebut belum final. Audit khusus masih berjalan dan potensi kerugian negara bisa melonjak hingga menembus Rp1 triliun.

KPK menegaskan, perkara ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan dugaan pengkhianatan terhadap amanah publik. Ibadah haji yang seharusnya menjadi pelayanan suci justru diduga dijadikan ladang transaksi oleh pejabat yang diberi kewenangan.

“Jangan sampai korupsi masuk ke ruang-ruang suci ibadah,” tegas KPK.

Kini sorotan publik tertuju pada siapa pejabat yang bertanggung jawab, siapa yang mengambil keputusan, dan siapa yang diuntungkan. KPK menegaskan, proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh peran terbuka ke permukaan.

SYUKRI

 

Share69Tweet43SendShareSend

Related Posts

TIGA TOKOH PRAMUKA SULSEL BAKAL TERIMA PENGHARGAAN KWARNAS
Nasional

TIGA TOKOH PRAMUKA SULSEL BAKAL TERIMA PENGHARGAAN KWARNAS

12 Agustus 2026
LOGIS 08 DESAK TATA KELOLA MBG DIPERKETAT
Nasional

LOGIS 08 DESAK TATA KELOLA MBG DIPERKETAT

25 Juli 2026
LOGIS 08 APRESIASI PRABOWO RESMIKAN LIMA BENDUNGAN
Nasional

LOGIS 08 APRESIASI PRABOWO RESMIKAN LIMA BENDUNGAN

10 Juli 2026
INVESTOR ASING TERANCAM, PT DUA KUDA INDONESIA DIGUGAT PAILIT JANGGAL
Nasional

INVESTOR ASING TERANCAM, PT DUA KUDA INDONESIA DIGUGAT PAILIT JANGGAL

2 April 2026
NASIB RIBUAN PEKERJA/BURUH DAN KELUARGANYA TERANCAM PHK MASSAL
Nasional

NASIB RIBUAN PEKERJA/BURUH DAN KELUARGANYA TERANCAM PHK MASSAL

1 April 2026
Diduga Bayar Puluhan Juta, Bandar Obat Keras Disebut Dibebaskan Oknum Polisi di Tangerang
Nasional

Diduga Bayar Puluhan Juta, Bandar Obat Keras Disebut Dibebaskan Oknum Polisi di Tangerang

16 Maret 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

22 Agustus 2026
INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

22 Agustus 2026
KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

22 Agustus 2026
TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

21 Agustus 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9131 shares
    Share 3652 Tweet 2283
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2218 shares
    Share 887 Tweet 555
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2073 shares
    Share 829 Tweet 518
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    2000 shares
    Share 800 Tweet 500
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 
Sorotan

SEKJEN KWARNAS WAJIB BERTANGGUNG JAWAB ATAS CARUT-MARUT JAMNAS XII 

by jum007
22 Agustus 2026
0

JAKARTA -- Persoalan penyelenggaraan Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka di Cibubur semakin mendapat sorotan. Selain keluhan peserta mengenai distribusi...

Read more
INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

INVESTIGASI METROSULSEL: NATURA JAMNAS XII KACAU, PESERTA ANTRE BERJAM-JAM

22 Agustus 2026
KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

KM LABOBAR ANGKUT 1.498 PESERTA JAMNAS SULSEL, TIBA 25 AGUSTUS DINI HARI

22 Agustus 2026
TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

TERTUNDA BERANGKAT, KONTINGEN JAMNAS MAROS MENUNGGU KM LABOBAR DI TANJUNG PRIOK

21 Agustus 2026
MALAM HANGAT CHAIDIR SYAM BERSAMA KONTINGEN MAROS DI JAMNAS XII

MALAM HANGAT CHAIDIR SYAM BERSAMA KONTINGEN MAROS DI JAMNAS XII

21 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.