CIBUBUR, — Malam itu suasana perkemahan Kontingen Maros di Jambore Nasional (Jamnas) XII terasa berbeda. Para peserta yang sehari-hari sibuk mengikuti berbagai kegiatan, duduk melingkar di atas rumput, bercengkerama dan menikmati makan malam bersama.
Di tengah suasana sederhana itu, hadir Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Maros H.A.S. Chaidir Syam. Ia datang bukan sekadar untuk melihat kondisi kontingen, tetapi ingin merasakan langsung suasana yang dialami anak-anak Maros selama mengikuti Jamnas XII di Cibubur, Jakarta.
Chaidir datang bersama Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros H.A. Muetazim Mansyur dan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Maros A. Darmawati.
Sebelum menemui peserta, Chaidir terlebih dahulu mengikuti rangkaian Upacara Penutupan Jamnas XII di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur. Setelah itu, ia memilih menghabiskan malam bersama kontingen Maros.
Yang membuat pertemuan semakin hangat, Chaidir turut menyiapkan hidangan makan malam untuk para peserta. Tidak ada suasana seremonial.
Ia duduk bersama mereka, berbincang dan mendengarkan cerita selama mengikuti kegiatan.
Sesekali terdengar tawa dari peserta. Jarak antara pimpinan dan anggota Pramuka malam itu seolah hilang. Yang tersisa adalah suasana kekeluargaan.
Chaidir mengatakan, pengalaman mengikuti Jamnas harus menjadi sesuatu yang dibawa pulang oleh setiap peserta.
“Semoga selepas kegiatan ini ada hal yang berkesan dan ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta. Setelah kembali ke sekolah masing-masing, saya berharap mereka bisa menjadi suri teladan,” kata Chaidir.
Baginya, Jamnas bukan hanya tentang berkemah atau mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan. Lebih dari itu, ada proses belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, persahabatan dan bagaimana menghargai perbedaan.
“Di sini kalian bertemu teman dari berbagai daerah. Ada banyak pengalaman yang mungkin tidak didapatkan di sekolah. Itu yang harus dibawa pulang,” ujarnya.
Kehadiran Chaidir juga menjadi bentuk perhatian kepada para peserta yang telah membawa nama Maros di ajang nasional tersebut.
Ketua Kwarcab Maros H.A.Muetazim Mansyur mengatakan seluruh kontingen hingga saat ini berada dalam kondisi baik. Sebanyak 58 peserta, didampingi lima Bindamping, pimpinan kontingen serta 13 peninjau mengikuti kegiatan dalam keadaan sehat jasmani dan mental.
Muetazim mengapresiasi perhatian Ketua Mabicab yang menyempatkan diri bertemu langsung dengan peserta.
“Anak-anak tentu senang mendapat perhatian langsung dari Ketua Mabicab. Ini menjadi tambahan semangat bagi mereka,” ujar Muetazim.
Bagi para peserta, malam itu mungkin terlihat sederhana. Tidak ada panggung besar ataupun upacara megah. Hanya duduk bersama, makan malam dan berbagi cerita.
Namun justru dari suasana sederhana itulah pesan Jamnas terasa lebih dekat: Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang persaudaraan, kepedulian dan pengalaman yang akan dikenang jauh setelah tenda dibongkar.
JUM





















