JAKARTA — Relawan Prabowo-Gibran LOGIS 08 menyatakan dukungan terhadap langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
LOGIS 08 menilai pembenahan sistem menjadi kunci agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut tidak hanya berjalan masif, tetapi juga transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan bebas dari potensi penyimpangan.
Ketua Umum LOGIS 08, Anshar Ilo, mengatakan MBG merupakan program strategis yang menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, keberhasilannya tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran dan jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pengelolaan serta pengawasan di lapangan.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Karena itu, kami mendukung penuh langkah Bapak Sudaryono untuk memperkuat tata kelola MBG agar pelaksanaannya semakin transparan, akuntabel, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Anshar dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Anshar, yang juga mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI, pembenahan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan pangan, pengelolaan anggaran, distribusi makanan, hingga pengawasan dan evaluasi.
Ia menegaskan, program dengan anggaran besar seperti MBG membutuhkan sistem pengawasan yang ketat. Setiap celah yang berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran, konflik kepentingan, atau penyimpangan harus ditutup sejak awal.
“Program sebesar MBG membutuhkan sistem yang kuat, pengawasan yang ketat, serta kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Anshar menilai kepemimpinan Sudaryono di BGN menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarinstansi sekaligus memastikan tata kelola program berjalan profesional dan berintegritas.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama. Pemerintah juga dinilai perlu membuka ruang pengawasan publik agar masyarakat dapat ikut memastikan program tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan.
“Kritik yang berbasis data dan masukan yang konstruktif harus menjadi bagian dari proses perbaikan. Jangan sampai kritik dianggap sebagai hambatan. Justru dari pengawasan dan kritik yang sehat, kualitas program bisa semakin baik,” ujar Anshar.
LOGIS 08 meyakini keberhasilan MBG bukan sekadar persoalan distribusi makanan bergizi. Program tersebut merupakan bagian dari investasi negara untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
“Keberhasilan MBG akan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun generasi emas Indonesia. Karena itu, tata kelolanya harus benar-benar dibenahi dan dijaga bersama agar program ini tidak hanya besar dalam anggaran, tetapi juga besar manfaatnya bagi rakyat,” tutup Anshar.
SYUKRI
S





















