• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Opini

Rp11 Triliun: Membuka Rekening atau Membuka Jalan Keluar dari Kerentanan?

jum007 by jum007
11 September 2026
in Opini
Rp11 Triliun: Membuka Rekening atau Membuka Jalan Keluar dari Kerentanan?

Oleh: A. Syahruni Aryanti

Founder Rumah Jiwa Warani
Saya membaca rencana pemerintah untuk membuka rekening bagi sekitar 200 juta penduduk Indonesia dengan saldo awal Rp50.000. Anggaran yang disebut untuk program tersebut berada pada kisaran Rp10–11 triliun.

Saya berhenti cukup lama pada angka itu. Bukan karena inklusi keuangan tidak penting. Justru akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi. Rekening bank dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk menabung, menerima bantuan pemerintah, melakukan transaksi, hingga memperoleh akses terhadap layanan keuangan lainnya.
Namun, sebagai warga negara,

Saya merasa kita tetap berhak mengajukan satu pertanyaan sederhana: apakah penggunaan anggaran sebesar itu merupakan pilihan yang memberikan manfaat paling besar bagi rakyat saat ini?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena setiap rupiah dalam APBN memiliki opportunity cost atau biaya peluang. Ketika negara memilih membiayai satu program, pada saat yang sama terdapat kebutuhan lain yang mungkin harus menunggu.

Dan hari ini, daftar kebutuhan itu masih sangat panjang. Kita masih berbicara tentang kesejahteraan guru, khususnya mereka yang berstatus non-ASN dan telah bertahun-tahun mengabdikan hidupnya untuk pendidikan. Kita masih menemukan sekolah dengan fasilitas yang jauh dari memadai.

Baca Juga:  ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA

Kita masih berbicara tentang keluarga yang sangat rentan terhadap guncangan ekonomi, serta perempuan yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk berusaha tetapi tidak mempunyai cukup modal dan akses untuk memulainya.

Karena itu, ketika muncul angka sekitar Rp11 triliun untuk sebuah program pembukaan rekening massal, menurut saya publik tidak salah jika kemudian membandingkannya dengan berbagai kebutuhan tersebut.

Bayangkan jika ruang fiskal sebesar itu juga digunakan secara lebih kuat untuk memperbaiki kesejahteraan guru.
Bayangkan jika sebagian digunakan untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang membutuhkan ruang kelas, sanitasi, perpustakaan, atau fasilitas belajar yang layak.

Atau bayangkan jika sebagian dana tersebut digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan dan rumah tangga rentan: bukan sekadar memberikan uang, melainkan menyediakan modal usaha yang disertai pelatihan, pendampingan, akses pasar, dan pengawasan sehingga mereka perlahan dapat membangun kemandirian ekonomi.

Tentu persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya dengan membagi uang. Demikian pula pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan memberikan modal. Dibutuhkan desain program yang tepat, basis data yang akurat, pendampingan, pengawasan, serta evaluasi yang serius.

Tetapi justru di situlah diskusi mengenai kebijakan publik seharusnya berlangsung. Mana yang menghasilkan dampak sosial dan ekonomi terbesar dari setiap rupiah uang rakyat yang dibelanjakan?

Baca Juga:  PORSENIJAR 2026, BERKAH BAGI SIDRAP

Apakah menambah jumlah rekening otomatis membuat masyarakat lebih sejahtera? Apakah kepemilikan rekening akan benar-benar meningkatkan aktivitas ekonomi mereka? Berapa banyak dari calon penerima yang sebenarnya sudah memiliki rekening? Dan setelah rekening tersebut dibuka, apa indikator keberhasilan program ini dalam satu, tiga, atau lima tahun mendatang?
Pertanyaan-pertanyaan itu bukan bentuk penolakan terhadap inklusi keuangan.
Sebaliknya, itu adalah permintaan agar sebuah kebijakan dengan konsekuensi anggaran yang sangat besar memiliki tujuan, mekanisme, dan manfaat yang benar-benar dapat diukur.

Pemerintah juga perlu menjelaskan secara terbuka siapa kelompok yang menjadi sasaran, bagaimana mekanisme pemilihan bank pelaksana, bagaimana struktur pembiayaannya, serta sejauh mana manfaat ekonomi akhirnya benar-benar diterima masyarakat.

Sebab dalam kondisi fiskal yang menuntut kehati-hatian, ukuran keberhasilan kebijakan tidak boleh berhenti pada berapa juta rekening berhasil dibuka atau berapa triliun rupiah berhasil dibelanjakan.

Ukuran akhirnya harus jauh lebih sederhana sekaligus lebih sulit: berapa banyak kehidupan rakyat yang menjadi lebih baik setelah uang itu dibelanjakan?
Saya tidak sedang mengatakan bahwa rencana pembukaan rekening tersebut pasti merupakan kebijakan yang salah.
Saya hanya berharap, sebelum uang rakyat sebesar itu digunakan, pemerintah dapat menjelaskan dengan terang: mengapa program ini mendesak, bagaimana angka tersebut dihitung, siapa yang paling membutuhkan dan memperoleh manfaat, serta mengapa pilihan ini dianggap lebih efektif dibandingkan berbagai alternatif penggunaan anggaran lainnya.

Baca Juga:  SUMPAH PEMUDA DAN INDONESIA EMAS 2025

Sebab Rp11 triliun bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Di balik angka sebesar itu terdapat banyak kemungkinan: kesejahteraan guru, sekolah yang lebih layak, perempuan yang mampu memulai usaha, keluarga rentan yang memiliki sumber penghasilan baru, serta anak-anak yang memperoleh kesempatan hidup lebih baik.

Pada akhirnya, perdebatan ini bukan semata-mata tentang membuka 200 juta rekening.Ini tentang bagaimana negara menentukan prioritas ketika sumber daya terbatas dan kebutuhan rakyat begitu besar. Dan mencintai Indonesia tidak berarti kita harus selalu diam terhadap setiap kebijakan pemerintah.

Justru karena mencintai negeri ini, kita harus terus bertanya. Agar setiap rupiah uang rakyat tidak sekadar terserap dalam anggaran, tetapi benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk kesempatan, kemandirian, dan kehidupan yang lebih bermartabat.

A. Syahruni Aryanti
Founder Rumah Jiwa Warani

Share6Tweet4SendShareSend

Related Posts

UNIVERSITAS REPUBLIK INDONESIA: GAGASAN BESAR HARUS DITOPANG BUKTI BESAR
Opini

UNIVERSITAS REPUBLIK INDONESIA: GAGASAN BESAR HARUS DITOPANG BUKTI BESAR

29 Juli 2026
Ketika Gaji PPPK Terancam?, Otonomi Daerah Sedang Menghadapi Ujian Terbesar. 
Opini

Ketika Gaji PPPK Terancam?, Otonomi Daerah Sedang Menghadapi Ujian Terbesar. 

12 Juli 2026
PORSENIJAR 2026, BERKAH BAGI SIDRAP
Opini

PORSENIJAR 2026, BERKAH BAGI SIDRAP

9 Juli 2026
JANGAN-JANGAN ADA YANG TAKUT? RUU PERAMPASAN ASET TERUS TERTUNDA
Opini

JANGAN-JANGAN ADA YANG TAKUT? RUU PERAMPASAN ASET TERUS TERTUNDA

8 Juli 2026
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI
Opini

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa
Opini

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

23 Juni 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

15 September 2026
PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

15 September 2026
HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

15 September 2026
LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

14 September 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9131 shares
    Share 3652 Tweet 2283
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2075 shares
    Share 830 Tweet 519
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    2012 shares
    Share 805 Tweet 503
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG
Sorotan

ASN DINAS PERTANIAN MAROS, DUA KALI MANGKIR, RP80 JUTA MASIH MENGGANTUNG

by jum007
15 September 2026
0

Ket Foto : Kepala Dinas Pertanian Maro Jamaluddin Saat Sedang Di Konfirmasi Wartawan Metrosulsel.com MAROS — Sebuah persoalan yang bermula...

Read more
PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

PURBAYA PERGI, RP120 TRILIUN MASIH MENGGANTUNG: SIAPA YANG PEGANG KENDALI UANG BUMN?

15 September 2026
HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

HMI CABANG MAROS DESAK PLN BUKA DATA PEMADAMAN, KAJI KOMPENSASI BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK

15 September 2026
LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

LAYANAN PERIZINAN JEMPUT BOLA ANTARKAN MAROS RAIH PENGHARGAAN INTECHSEA 2026

14 September 2026
WARIS HALID TEMUI PENGEMUDI OJOL, SERUKAN PELAYANAN DASAR YANG ADIL DAN ASPIRASI PEKERJA DIDENGAR

WARIS HALID TEMUI PENGEMUDI OJOL, SERUKAN PELAYANAN DASAR YANG ADIL DAN ASPIRASI PEKERJA DIDENGAR

13 September 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.