JAYAPURA — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman Palopo, Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Senin (31/8/2026) siang.
Kobaran api dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 14.15 WIT dan dengan cepat merambat ke bangunan warga. Tiupan angin kencang membuat api semakin sulit dikendalikan dan menjalar ke sejumlah rumah di kawasan permukiman padat tersebut.
Warga yang panik berusaha menyelamatkan diri. Sebagian mengungsi sementara ke Kompleks SMA Gabungan Jayapura, sementara warga lainnya berlari menuju ruas jalan raya untuk menjauh dari kobaran api.
Sejumlah warga bahkan disebut tidak sempat menyelamatkan harta benda. Mereka meninggalkan rumah hanya dengan pakaian yang dikenakan.
Salah seorang warga, Abdul Rahman Umar, mengatakan dirinya bersama keluarga langsung menyelamatkan diri setelah melihat api membesar di sekitar rumahnya.
“Kebakaran terjadi tepat di depan rumah saya. Kami langsung menyelamatkan diri karena api sudah semakin besar,” ujarnya.
Warga lainnya, Ricky, juga mengaku tidak sempat membawa barang-barang berharga ketika meninggalkan rumah.
Situasi semakin mencekam ketika api terus mendekati permukiman warga lainnya. Teriakan warga terdengar untuk memperingatkan keluarga dan tetangga agar segera keluar dari rumah.
Petugas Kerahkan Water Cannon
Aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi.
Tiga unit kendaraan water cannon milik Polresta Jayapura Kota dan Polda Papua dilaporkan tiba sekitar pukul 14.45 WIT. Selain itu, mobil tangki air dan kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura turut dikerahkan untuk membantu menjinakkan api.
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Inengah juga turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan kebakaran dan mengoordinasikan personel.
Sejumlah siswa SMA Gabungan Jayapura bahkan ikut membantu warga dan petugas dalam proses pemadaman serta evakuasi masyarakat dari kawasan terdampak.
Korban Masih Didata
Hingga laporan terakhir diterbitkan, belum ada data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut.
Begitu pula jumlah pasti rumah yang terbakar dan total kerugian material masih dalam proses pendataan.
Informasi mengenai “ratusan rumah” yang terbakar masih merupakan laporan awal media berdasarkan kondisi di lapangan dan belum menjadi angka resmi dari pemerintah maupun aparat berwenang.
Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui titik awal dan penyebab munculnya api.
Kebakaran ini kembali menyoroti kerentanan kawasan permukiman padat di pesisir Jayapura terhadap bencana kebakaran. Angin kencang dan rapatnya bangunan menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.
Masyarakat kini masih menunggu pendataan resmi pemerintah terkait jumlah rumah yang terdampak, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal, kebutuhan pengungsian, serta kemungkinan adanya korban.
MetroSulsel.com akan terus memperbarui informasi ini berdasarkan keterangan resmi aparat, pemerintah daerah, dan tim penanganan di lapangan.
JUM





















