MAROS — Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Maros bersama Dewan Kerja Cabang (DKC) Maros membagikan masker gratis kepada pengguna jalan, Kamis (15/10/2026). Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memburuknya kualitas udara.
Dalam kegiatan tersebut, anggota Pramuka turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat yang melintas. Selain membantu mengurangi paparan debu dan partikel di udara, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang baik.
Ketua Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Maros, Nursyawaluddin, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pramuka terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dengan memberikan bantuan sederhana yang mudah-mudahan bermanfaat untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap maupun kondisi udara yang tidak sehat,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut tidak sekadar membagikan masker, tetapi juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
“Pramuka bukan hanya hadir dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga dan melindungi,” tambahnya.
Kualitas Udara Jadi Perhatian
Kegiatan pembagian masker ini juga menjadi relevan di tengah laporan kualitas udara di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data IQAir yang disebutkan per 14 Oktober 2026, Kabupaten Maros tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara (AQI US) sebesar 207, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
Meski pembagian masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikel di udara, masyarakat tetap perlu melakukan langkah perlindungan tambahan. Masker biasa belum tentu mampu menyaring partikel halus dari asap kebakaran secara efektif.
Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker respirator yang sesuai, seperti N95, dapat membantu menyaring partikel halus. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Wujud Pengabdian Pramuka kepada Masyarakat
Kolaborasi Pramuka Peduli Kwarcab Maros dan DKC Maros menunjukkan bahwa semangat kepramukaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah persoalan lingkungan dan ancaman kesehatan, kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membagikan masker, memberikan edukasi, dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Peduli Kwarcab Maros berharap kesadaran masyarakat terhadap dampak kabut asap semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Aksi tersebut menjadi bagian dari pengabdian Pramuka kepada masyarakat, sejalan dengan semangat untuk hadir, peduli, dan memberikan manfaat nyata bagi sesama.
ILHAM PACET





















