MAKASSAR — Kabar baik datang dari Muchsin Muchtar, ASN Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, yang menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Ilaga.
Pisau yang sebelumnya tertancap di bagian leher korban akhirnya berhasil dikeluarkan melalui tindakan operasi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Selasa (3/11/2026).
Meski masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), kondisi korban dilaporkan selamat setelah menjalani operasi pengeluaran senjata tajam tersebut.
Sebelumnya, Muchsin Muchtar menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam pada Minggu (1/11/2026), sekitar pukul 16.02 WIT.
Peristiwa itu terjadi saat korban sedang duduk di atas sepeda motor di depan rumahnya di wilayah Kimak, Kecamatan Ilaga, Kabupaten Puncak.
Secara tiba-tiba, seseorang yang tidak dikenal menusukkan pisau dari arah belakang ke bagian leher korban. Karena serangan berlangsung mendadak, korban tidak mengetahui identitas pelaku.
Usai kejadian, korban meminta pertolongan warga sekitar untuk segera dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.
Senjata tajam yang digunakan pelaku diketahui berupa pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 47 sentimeter. Pisau tersebut sempat tertancap di tubuh korban sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan melalui operasi di Makassar.
Hingga kini, identitas dan keberadaan pelaku masih dalam penyelidikan. Di tengah kondisi tersebut, keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan Bupati Puncak yang dinilai telah memberikan dukungan maksimal terhadap proses penyelamatan korban.
Bantuan tersebut mencakup pembiayaan dan proses evakuasi korban dari Ilaga hingga mendapatkan penanganan medis lanjutan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Istri korban Hameriah, berharap kondisi Muchsin terus membaik dan dapat segera pulih setelah menjalani perawatan intensif “Trimakasi bantuan Bupati Puncak dengan segala dukungan hingga suami saya berhasil diselamatkan dalam penanganan medis di RS Wahidin Makassar” ucap perempuan kelahiran Panngkep, Sulsel pada 1992 silam.
Atas bantuan dan perhatian tersebut, keluarga korban secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Puncak Elvis Tabuni, S.E., M.M beserta seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi hingga korban mendapatkan penanganan medis di Makassar.
AMI / JUM





















