JAKARTA — Presiden menyampaikan peringatan tegas kepada para pejabat tinggi TNI dan Polri agar selalu berintrospeksi dan tidak melupakan asal-usul amanah yang mereka emban.
Dalam pesannya, Prabowo mengingatkan bahwa seluruh atribut kehormatan yang dikenakan aparat negara pada hakikatnya berasal dari rakyat.
“Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, termasuk topimu dari rakyat. Introspeksilah.”
Pernyataan tersebut dipahami sebagai penegasan bahwa pangkat, jabatan, dan seluruh fasilitas negara bukanlah simbol kekuasaan yang dapat disalahgunakan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pesan Presiden juga dinilai memiliki makna yang lebih luas, tidak hanya ditujukan kepada TNI dan Polri, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara negara, termasuk Kejaksaan, kementerian, lembaga negara, hingga pemerintah daerah.
“Semua berasal dari rakyat. Karena itu, setiap pejabat harus terus menjaga integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat, dan berani melakukan introspeksi atas setiap kewenangan yang dimiliki,” demikian makna yang terkandung dalam pesan Presiden.
Di tengah tingginya tuntutan publik terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang berkeadilan, pernyataan Prabowo menjadi pengingat bahwa jabatan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan jujur, profesional, dan berpihak kepada rakyat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh aparatur negara: apa pun institusinya TNI, Polri, Kejaksaan, maupun lembaga negara lainnya semua berdiri dan bekerja atas kepercayaan rakyat. Karena itu, introspeksi merupakan kewajiban moral agar kepercayaan tersebut tetap terjaga.
JUM





















