MAROS — Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros terhadap pembinaan Gerakan Pramuka kembali ditegaskan Bupati Maros selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), H.A.S. Chaidir Syam, saat memimpin Upacara Besar Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Pallantikang, Kamis (6/8/2026).
Di hadapan ribuan anggota Pramuka, pembina, dan tamu undangan, Chaidir memberikan kejutan dengan merespons langsung permintaan tambahan hibah yang disampaikan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Maros, H.A. Muetazim Mansyur.
Saat Ketua Kwarcab mengusulkan tambahan hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan kepramukaan tahun 2027, Chaidir justru melampaui harapan tersebut.
“Soal penyampaian Kak Ketua Kwarcab yang meminta tambahan Rp100 juta, saya nyatakan bukan Rp100 juta, tetapi Rp500 juta untuk kegiatan kepramukaan tahun 2027,” tegas Chaidir Syam yang langsung disambut tepuk tangan meriah peserta upacara.
Pernyataan spontan itu menjadi salah satu momen paling berkesan dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini. Bagi Chaidir, dukungan anggaran bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda.
Tak hanya menambah hibah operasional Kwarcab, Chaidir juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyetujui penambahan anggaran pembangunan sarana dan prasarana kepramukaan. Usulan yang sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maros sekaligus Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Kwarcab Maros, H. Suardi Sawedi, dinaikkan dari Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar dan direncanakan masuk dalam penganggaran tahun 2027.
Menurut Chaidir, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Maros dalam memperkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda.
Ia meyakini bahwa masa depan Indonesia, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, sangat bergantung pada kualitas generasi yang saat ini ditempa melalui pendidikan kepramukaan.
“Generasi penerus menuju Indonesia Emas ada di Pramuka. Anak-anak yang hari ini berdiri di lapangan upacara ini, kelak akan menjadi pemimpin, kepala desa, camat, bupati, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, mereka harus kita siapkan menjadi kader yang tangguh, berkarakter, dan siap memegang amanah,” ujar Chaidir.
Ia menegaskan bahwa membangun Pramuka bukan hanya tanggung jawab organisasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar Gerakan Pramuka di Maros semakin maju, mandiri, dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas.
Dukungan anggaran yang signifikan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Maros menempatkan Gerakan Pramuka sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Di tengah berbagai tantangan zaman, Chaidir Syam memilih berinvestasi pada pembinaan karakter, dengan keyakinan bahwa dari barisan Pramuka hari ini akan lahir para pemimpin yang membawa Maros dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
JUM





















