MAROS, — Bumi Perkemahan Simbang mendadak menjadi lautan seragam Pramuka, Sabtu malam, 25 Juli 2026. Sebanyak 876 pengurus Gerakan Pramuka dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros resmi dilantik secara serentak dalam sebuah momentum besar yang disebut sebagai salah satu langkah strategis memperkuat organisasi hingga ke pelosok daerah.
Pelantikan akbar tersebut melibatkan jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Maros.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros, H.A. Moetazim Mansyur, dan disambut Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Maros, H.A.S. Chaidir Syam.
Malam itu, wajah-wajah penggerak Pramuka dari berbagai penjuru Maros berkumpul dalam satu barisan. Mereka bukan sekadar dilantik, tetapi membawa mandat untuk menghidupkan kembali denyut kegiatan kepramukaan hingga tingkat gugus depan.
Komposisi pengurus Mabiran yang dilantik terbilang lengkap. Di dalamnya terdapat unsur camat dan jajaran pemerintahan kecamatan, kapolsek, kepala puskesmas, danramil, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Maros.
Sementara itu, jajaran Kwarran didominasi tenaga pendidik, pengawas tenaga pendidik, serta para andalan ranting lainnya.
Totalnya mencapai 876 andalan yang kini mengemban tugas memperkuat Gerakan Pramuka di wilayah masing-masing.
Usai pelantikan Mabiran dan Kwarran, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Pangkalan Saka Bhayangkara dan Pengurus Dewan Saka Bhayangkara. Sekitar 60 orang yang terdiri dari unsur andalan dan peserta didik turut dilantik dalam agenda tersebut.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Maros, H.A. Moetazim Mansyur, yang akrab disapa Kak Opu, menyebut pelantikan serentak ini merupakan sejarah tersendiri selama dirinya menjabat sebagai Ketua Kwarcab Maros.
Menurutnya, pelantikan serentak dilakukan sebagai upaya efisiensi sekaligus memastikan legalitas kepengurusan organisasi di tingkat ranting segera berjalan.
“Ini kali pertama dilakukan sejak saya menjabat Ketua Kwarcab Maros. Untuk mengefisienkan waktu, pelantikan dilakukan secara serentak agar legalitas organisasi jelas dan segala bentuk kegiatan serta orientasi Gerakan Pramuka dapat berkembang sampai ke gugus depan di seluruh pelosok Kabupaten Maros,” jelas Kak Opu.
Sementara itu, Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Maros, H.A.S. Chaidir Syam, meminta para pengurus yang baru dilantik tidak berhenti pada seremoni.
Ia berharap pelantikan tersebut menjadi titik awal untuk menggerakkan kembali kegiatan Pramuka secara masif hingga ke tingkat gugus depan.
“Kami berharap setelah kakak-kakak dilantik menjadi Mabiran dan Kwarran, Gerakan Pramuka dapat berkembang sampai ke gugus depan,” tegas Kak Chaidir.
HADIAH TIKET JAMNAS 2026
Ada kejutan khusus dalam pelantikan akbar tersebut. Sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran seluruh pengurus yang dilantik, Ketua Kwarran dan Ketua Mabiran mendapatkan tiket untuk menjadi peninjau kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus mendatang.
Namun, kesempatan tersebut tidak berarti meninggalkan tanggung jawab di daerah.
Setelah kegiatan Jamnas berakhir pada 15 Agustus, para penerima tiket diharapkan kembali ke wilayah masing-masing untuk melanjutkan tugas dan mempersiapkan berbagai agenda peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
BUMI PERKEMAHAN BANTIMURUNG DORONG ANGGARAN RP2 MILIAR
Tak hanya soal kepengurusan, perhatian Gerakan Pramuka Maros juga diarahkan pada pembenahan sarana dan prasarana kegiatan kepramukaan.
Kwarcab Maros mendorong agar pembangunan dan pembenahan Bumi Perkemahan Bantimurung mendapat perhatian lebih serius.
Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, usulan anggaran pembenahan yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,5 miliar diharapkan dapat dimaksimalkan menjadi Rp2 miliar pada tahun depan.
Anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas, termasuk pembenahan tribun dan sarana pendukung lainnya.
Dengan dilantiknya 876 pengurus secara serentak, Gerakan Pramuka Maros kini memiliki barisan baru yang siap bergerak di 14 kecamatan.
Targetnya jelas: Pramuka tidak boleh hanya hidup di pusat kota, tetapi harus tumbuh dan hadir di setiap sekolah, desa, kelurahan, hingga gugus depan di pelosok Kabupaten Maros.
876 pengurus telah dilantik. 14 kecamatan siap bergerak. Kini saatnya Gerakan Pramuka Maros turun ke lapangan.
HUMAS & INFO





















