MAROS — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, mulai berjalan. Sejumlah aktivitas konstruksi terlihat berlangsung di kawasan tersebut sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur yang ditujukan bagi masyarakat pesisir Desa Pajukukang.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan.
Meski demikian, pembangunan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian dan pengawasan bersama agar pelaksanaannya tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.
Ketua Kampung Nelayan Pesisir Bontoa (KNPB) Maros, Tasmin Hamliong, menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sebuah harapan besar bagi masyarakat pesisir, sehingga prosesnya harus benar-benar dikawal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh nelayan.
“Kami tentu mengapresiasi pembangunan ini. Tetapi yang perlu dipastikan adalah pembangunan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat nelayan, bukan hanya selesai secara fisik,” ujar Tasmin.
Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup, memberikan ruang yang layak bagi masyarakat pesisir, serta mendukung aktivitas ekonomi nelayan.
Tasmin juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
“Nelayan harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Mereka yang nantinya menggunakan dan merasakan manfaatnya, sehingga aspirasi serta kebutuhan mereka harus menjadi bagian penting dalam setiap proses,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga transparansi dan kualitas pembangunan sehingga Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menjadi kawasan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami akan tetap mengawal pembangunan ini secara konstruktif. Ketika berjalan sesuai harapan masyarakat tentu kami apresiasi, namun ketika terdapat hal-hal yang perlu dikritisi, tentu menjadi kewajiban kami untuk menyampaikannya,” kata Tasmin.
Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap masyarakat pesisir, bukan sekadar menjadi pembangunan fisik yang selesai kemudian ditinggalkan tanpa keberlanjutan.
Tentang KNPB Maros
Untuk diketahui, Kampung Nelayan Pesisir Bontoa (KNPB) Maros merupakan perkumpulan yang dibentuk untuk mengawal tuntutan dan aspirasi nelayan pesisir sejak kehadiran Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, di Desa Pajukukang.29 Maret 2023.
KNPB Maros hadir dalam mengawal kepentingan masyarakat nelayan pesisir serta memastikan berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat pesisir dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi nelayan.
“Kami mendukung pembangunan, tetapi dukungan itu harus berjalan bersama dengan pengawasan. Karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” Ucap Tasmin (**)





















