MAROS — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan petani di Kecamatan Tompobulu. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tompobulu bersama Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tompobulu mengajak penyuluh pertanian dan perwakilan petani dari delapan desa mengikuti studi lapang di Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para petani untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian modern, khususnya pola tanam padi PM-AAS (Pengelolaan Tanaman Terpadu/Advanced Agricultural System) yang diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi.
Koordinator BPP Tompobulu, Muhlis, SP, mengatakan studi lapang tersebut merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam mendorong modernisasi sektor pertanian.
Menurutnya, pola tanam konvensional selama ini menghasilkan rata-rata sekitar 5 hingga 7 ton gabah per hektare. Sementara melalui penerapan pola PM-AAS, produktivitas diharapkan dapat meningkat hingga kisaran 9 sampai 10 ton per hektare, dengan catatan penerapan teknologi dan pengelolaan budidaya dilakukan secara tepat.
“Ini merupakan bentuk tindak lanjut program Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kami berharap petani dapat menerapkan teknologi dan pola tanam yang dipelajari untuk meningkatkan hasil produksi,” ujar Muhlis.
Sementara itu, Ketua KTNA Kecamatan Tompobulu, Abdul Jalil, berharap studi lapang tersebut tidak berhenti sebatas kunjungan, tetapi dapat memberikan keterampilan praktis yang bisa diterapkan langsung oleh petani di lahan masing-masing.
Ia mendorong agar para petani mampu mempelajari dan mengembangkan alat serta metode tanam padi berbasis PM-AAS sehingga dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus produktivitas hasil panen.
Dalam kunjungan tersebut, pihak BRMP Kabupaten Maros melalui Rusman, SP, juga mengajak para petani dan penyuluh melihat langsung lokasi penerapan pola tanam padi PM-AAS yang berada di kawasan BRMP Maros.
Para peserta pun mendapat kesempatan melihat proses penerapan teknologi pertanian modern secara langsung di lapangan.
Studi lapang ini diharapkan menjadi langkah awal bagi petani Tompobulu untuk beralih ke pola pertanian yang lebih modern, efisien, dan produktif. Dengan penerapan teknologi yang tepat serta pendampingan penyuluh, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan keluarga.
Bagi petani, peningkatan produktivitas bukan sekadar soal angka produksi, tetapi juga menjadi harapan untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.
JUM





















