MAROS — Proyek peninggian jalan di kawasan bantaran Sungai Maros, Lingkungan Mannaung, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menuai protes dari sejumlah warga. Mereka khawatir pekerjaan tersebut justru meningkatkan risiko genangan pada rumah-rumah yang berada di tepi sungai.
Warga menilai peninggian badan jalan untuk mengantisipasi luapan Sungai Maros dapat berdampak terhadap permukiman yang posisinya lebih rendah dari jalan. Mereka mempertanyakan apakah kebijakan tersebut telah mempertimbangkan dampaknya terhadap puluhan kepala keluarga yang tinggal di bantaran sungai.
“Jalan ini dinaikkan untuk menahan luapan air sungai, tetapi bagaimana dengan rumah warga yang berada di pinggir sungai? Saat ini saja posisi teras rumah sudah lebih rendah dari badan jalan. Jika jalan kembali ditinggikan, rumah kami bisa semakin terdampak banjir,” kata salah seorang warga.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Kelurahan Alliritengae, Ruslan, menjelaskan bahwa peninggian jalan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap luapan air bah dari hulu Sungai Maros yang selama ini mengancam kawasan permukiman warga.
Menurutnya, pekerjaan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang selama ini terdampak banjir dan menjadi solusi yang dapat dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran yang tersedia.
Sementara itu, Bupati Maros, , meminta instansi teknis terkait untuk melakukan kajian dan evaluasi terhadap perencanaan penggunaan Alokasi Dana Kelurahan (ADK) yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Kajian itu diperlukan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar efektif mengurangi risiko banjir tanpa menimbulkan dampak baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Maros Bidang Anggaran dan Pembangunan, , menilai aspek mitigasi banjir perlu dikaji lebih mendalam sebelum pekerjaan dilanjutkan.
“Saya coba komunikasikan secara teknis dengan dinas terkait, khususnya PU, agar bisa dianalisis mitigasi banjirnya pada jalan tanggul tersebut,” ujar Marjan.
Ia juga menegaskan bahwa analisis dampak dan mitigasi banjir harus menjadi perhatian utama agar kebijakan penanganan banjir tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
“Perlu dikaji lebih jauh analisis mitigasi banjirnya,” tambahnya.
Pernyataan Bupati dan DPRD tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah akan mengevaluasi efektivitas proyek peninggian jalan sekaligus mempertimbangkan dampaknya terhadap warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Maros.
Warga berharap hasil kajian nantinya tidak hanya berorientasi pada penyelamatan kawasan tertentu dari ancaman banjir, tetapi juga memberikan perlindungan yang adil bagi masyarakat yang rumahnya berada di wilayah paling dekat dengan aliran sungai.
JUM





















