• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Breaking News

Polemik Bayi di Maros: Orang Tua Kandung Akui Pernah Menitipkan Anak Karena Faktor Ekonomi Namun Neneknya Tak Tau

jum007 by jum007
11 Mei 2026
in Breaking News
Polemik Bayi di Maros: Orang Tua Kandung Akui Pernah Menitipkan Anak Karena Faktor Ekonomi Namun Neneknya Tak Tau

MAROS – Polemik pengasuhan bayi yang selama ini dirawat oleh sebuah Rumah Quran di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, terus bergulir. Setelah sebelumnya pihak pemerintah desa dan pengelola Rumah Quran memberikan klarifikasi, kini perempuan yang mengaku sebagai ibu kandung bayi tersebut akhirnya angkat bicara dan menceritakan versinya agar persoalan menjadi berimbang.

Diketahui, bayi tersebut bernama Muh. Aufa Zayyan. Pasangan yang mengaku sebagai orang tua kandung bayi itu masing-masing bernama Muh. Fahreza dan Natasya Musa Putry.

Dalam keterangannya, Natasya mengaku bayi tersebut memang anak kandungnya yang sempat ia rawat selama kurang lebih satu bulan setelah lahir. Namun karena kondisi ekonomi yang sulit, ia dan suaminya mengaku khawatir tidak mampu membesarkan anak tersebut dengan layak.

“Anakku sempat saya rawat satu bulan, tapi karena ekonomi juga tidak bagus, saya takut kalau anakku menderita kalau tetap sama-sama terus,” ungkap Natasya.

Ia mengaku kemudian berdiskusi dengan suaminya untuk menitipkan bayi tersebut kepada neneknya yang berada di wilayah Cenrana dengan disertai surat penitipan.

Baca Juga:  DUA KORBAN PESAWAT ATR DITEMUKAN, RATUSAN RELAWAN DITERJUNKAN DALAM PENCARIAN MASSAL DI BULU SARAUNG

“Saya bilang ke suamiku bagaimana kalau kita titip saja di neneknya di rumah Yaya dengan surat penitipan,” katanya.

Menurut pengakuannya, pada malam hari dirinya bersama sang suami membawa bayi tersebut ke rumah neneknya. Sesampainya di sana, bayi diletakkan di depan rumah sambil mengetuk pintu hingga penghuni rumah keluar.

“Sampai di sana saya taruh anakku di depan pintunya Yaya. Tapi saya ketuk-ketuk pintunya sampai keluar ambil anakku baru saya pergi,” jelasnya.

Beberapa bulan kemudian, Natasya mengaku mulai tidak sanggup berpisah dengan anaknya dan meminta kepada suaminya agar bayi tersebut diambil kembali. Namun saat mendatangi rumah neneknya pada malam hari, ia mendapat informasi bahwa bayi itu sudah tidak berada di rumah tersebut.

“Pas mau diambil malam, orang di sana bilang sudah tidak ada lagi di rumah neneknya karena pak desa sudah kasih ke adiknya yang di pondok,” ujarnya.

Ia mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa bayi itu nantinya akan dibawa kembali ke rumah neneknya setelah kegiatan mahasiswa KKN selesai, namun menurutnya hal tersebut tidak pernah terjadi.

Baca Juga:  KAPOLRES MAROS JENGUK KORBAN, TEGASKAN KOMITMEN KEADILAN DAN KEMANUSIAAN

“Nanti dibawa lagi ke rumah Yaya kalau pulang semua anak-anak KKN, tapi tidak pernah dibawa pulang lagi,” katanya.

Dalam keterangannya, Natasya juga menyinggung adanya isu permintaan uang Rp100 juta maupun pemberangkatan umrah yang menurutnya muncul saat proses pengambilan anak tersebut.

“Di situ pas saya mau ambil anakku, katanya minta Rp100 juta atau lima orang diberangkatkan umrah,” ungkapnya.

Meski demikian, sebelumnya Kepala Desa Cenrana Baru H.A. Zaenal membantah keras tuduhan adanya permintaan uang tebusan tersebut. Ia menegaskan isu itu berasal dari percakapan tidak serius di grup WhatsApp keluarga kepala desa yang kemudian tersebar dan dianggap sebagai permintaan resmi.

Pihak Rumah Quran dan pemerintah desa juga menyatakan tidak pernah melakukan negosiasi ataupun meminta imbalan apa pun kepada pihak yang mengaku sebagai orang tua bayi.

Natasya mengaku dirinya bersama suami sempat mengurus persoalan itu di Polsek Camba. Namun menurutnya, mereka diminta melengkapi sejumlah bukti, mulai dari foto bayi saat baru lahir, surat keterangan lahir, identitas pengantar ke rumah sakit tempat persalinan, hingga menghadirkan orang yang menemani saat proses melahirkan.

Baca Juga:  Negara Hadir: Puskesmas Gilireng Utamakan Nyawa Pasien

“Sudah juga diurus di Polsek, tapi banyak sekali yang diminta seperti foto bayi baru lahir, surat keterangan lahir, KTP yang antar ke rumah sakit melahirkan, sampai orang kos yang temani saya ke rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa H.A. Zaenal sebelumnya menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan demi memastikan status biologis bayi sebelum diserahkan kepada pihak yang mengaku sebagai orang tua kandung. Dalam pertemuan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Maros, disepakati bahwa penyelesaian persoalan dilakukan melalui tes DNA.

Apabila hasil tes DNA membuktikan adanya hubungan biologis antara bayi dengan pasangan Muh. Fahreza dan Natasya Musa Putry, maka proses penyerahan anak akan dilakukan sesuai prosedur hukum dengan melibatkan kepolisian, Babinsa, pemerintah desa, dan Dinas PPA Maros guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

JUM

Share118Tweet74SendShareSend

Related Posts

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN
Breaking News

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA
Breaking News

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros
Breaking News

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

19 Juni 2026
PELIBATAN TNI DALAM AKSI DEMONSTRASI DINILAI TIDAK SESUAI TUGAS POKOK, PENGAMANAN CUKUP OLEH POLISI
Breaking News

PELIBATAN TNI DALAM AKSI DEMONSTRASI DINILAI TIDAK SESUAI TUGAS POKOK, PENGAMANAN CUKUP OLEH POLISI

17 Juni 2026
RIBUAN MAHASISWA TURUN KE JALAN, 4.151 PERSONEL TNI-POLRI DISIAGAKAN AMANKAN AKSI “MENUJU INDONESIA BANGKRUT”
Breaking News

RIBUAN MAHASISWA TURUN KE JALAN, 4.151 PERSONEL TNI-POLRI DISIAGAKAN AMANKAN AKSI “MENUJU INDONESIA BANGKRUT”

12 Juni 2026
PERKUAT DESA DARI AKAR, ABPEDNAS SULSEL DAN KEJAKSAAN LUNCURKAN PROGRAM JAGA DESA
Breaking News

PERKUAT DESA DARI AKAR, ABPEDNAS SULSEL DAN KEJAKSAAN LUNCURKAN PROGRAM JAGA DESA

11 Juni 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

2 Juli 2026
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9123 shares
    Share 3649 Tweet 2281
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2067 shares
    Share 827 Tweet 517
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    1993 shares
    Share 797 Tweet 498
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1676 shares
    Share 670 Tweet 419
MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI
Sorotan

MENJELANG PANEN RAYA, PELANSIR SOLAR DIMINTA MENAHAN DIRI

by jum007
2 Juli 2026
0

MAROS  -- Menjelang musim panen raya di Kabupaten Maros, para pemilik truk ekspedisi maupun tronton yang diduga selama ini melakukan...

Read more
NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

NEGARA JANGAN TERLALU CEPAT BERLARI

1 Juli 2026
PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

PEMKAB MAROS: GANTI RUGI LAHAN HARUS MELALUI PUTUSAN PENGADILAN

1 Juli 2026
HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

HADIR DENGAN AKSI NYATA, SATRESKRIM POLRES MAROS BERBAGI SEMBAKO UNTUK WARGA

30 Juni 2026
Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Aktivitas Pengembang Kapling di Marusu

30 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.