JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II sebagai ajang konsolidasi nasional sekaligus ruang dialog kebangsaan. Kegiatan ini dihadiri pengurus dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah serta sekitar 350 perwakilan kabupaten dan kota se-Indonesia.
Rakernas II LIRA berlangsung di The Tavia Riverside Resort, Puncak, Bogor, pada Jumat (16/1/2025), dengan fokus memperkuat soliditas organisasi dari pusat hingga daerah di tengah dinamika nasional yang terus berkembang.
Presiden LIRA, Andi Syafrani, mengatakan Rakernas II menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan pengurus dalam membaca situasi bangsa saat ini. Menurutnya, penguatan konsolidasi kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga organisasi sayap merupakan langkah strategis agar LIRA tetap relevan dan responsif terhadap persoalan publik.
“Rakernas ini bukan sekadar agenda internal, tetapi ruang bersama untuk merumuskan sikap organisasi terhadap isu-isu kebangsaan yang sedang mengemuka,” ujar Andi Syafrani.
Ia menyoroti situasi politik nasional, khususnya pembahasan kembali Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada yang memicu perdebatan di kalangan elite maupun masyarakat. Menyikapi hal tersebut, DPP LIRA melakukan pendekatan akademis dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional untuk memberikan pandangan objektif dan berbasis riset.
Sejumlah narasumber yang diundang antara lain Direktur SMRC Saiful Mujani, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, serta praktisi politik Airin Rachmi Diany, mantan Wali Kota Tangerang Selatan.
Masukan dari para akademisi dan praktisi tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi DPP LIRA. Rekomendasi ini selanjutnya akan disampaikan kepada lembaga legislatif dan eksekutif sebagai kontribusi pemikiran LIRA dalam mencari solusi terbaik bagi penyempurnaan regulasi pemilu dan pilkada, demi penguatan demokrasi nasional.
SYUKRI





















