JAKARTA — Informasi yang beredar di media sosial berupa tangkapan layar berita dengan narasi “Luhut tetap bertahan bela. Biarkan China mengelola Bandara Morowali. Jika dicegah saya keluar dari negara ini!” dipastikan TIDAK BENAR atau HOAKS.
Hasil penelusuran mendalam terhadap pemberitaan media nasional kredibel seperti ANTARA, Tempo, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Detik.com, dan Kumparan menunjukkan tidak pernah ada pernyataan resmi Luhut Binsar Pandjaitan sebagaimana tertulis dalam gambar yang viral tersebut.
Fakta yang sebenarnya
Dalam sejumlah pemberitaan resmi, Luhut hanya menjelaskan bahwa Bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP):
1. Dibangun sebagai fasilitas pendukung investasi, termasuk untuk memudahkan mobilitas tenaga kerja dan investor.
2. Hanya diperuntukkan bagi penerbangan domestik, bukan bandara internasional.
3. Tidak diserahkan atau dikelola oleh negara China, melainkan berada dalam kerangka regulasi dan pengawasan pemerintah Indonesia.
Luhut juga menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah memberikan izin bandara internasional untuk kawasan IMIP dan menolak anggapan adanya “negara dalam negara” di Morowali.
Tidak ada pernyataan ancaman keluar dari Indonesia
Klaim bahwa Luhut mengatakan “jika dicegah saya keluar dari negara ini” tidak ditemukan dalam satu pun wawancara, rilis resmi, maupun berita media nasional. Narasi tersebut tidak memiliki dasar fakta dan tidak pernah diucapkan Luhut dalam forum resmi apa pun.
Pola manipulasi informasi
Gambar yang beredar diduga kuat merupakan: Manipulasi judul, Pencatutan nama media dan Distorsi pernyataan pejabat negara
Modus ini kerap digunakan untuk menggiring opini publik dengan memanfaatkan isu sensitif seperti investasi China dan kedaulatan negara.
Kesimpulan tegas BERITA YANG BEREDAR ADALAH HOAKS dan MENYESATKAN Ada isu nyata soal Bandara IMIP, Namun narasi ekstrem yang dikaitkan dengan Luhut adalah palsu dan tidak berbasis fakta
Masyarakat diimbau untuk:
Tidak langsung mempercayai tangkapan layar tanpa tautan berita resmi. Memeriksa ulang informasi ke media arus utama. Tidak menyebarkan konten provokatif yang belum terverifikasi
SUMBER : CIBER METROSULSEL





















