• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Opini

HARI KARTINI 2026: DARI EMANSIPASI MENUJU TRANSFORMASI PEREMPUAN BERDAYA DI ERA MODERN

jum007 by jum007
21 April 2026
in Opini
HARI KARTINI 2026: DARI EMANSIPASI MENUJU TRANSFORMASI PEREMPUAN BERDAYA DI ERA MODERN

Oleh: Hj. Rosnaeni Arsyad, S.E., M.M.

Peringatan Hari Kartini 2026 tidak lagi cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan mengenang Raden Ajeng Kartini. Lebih dari itu, momentum ini menjadi cermin kebangkitan perempuan di era modern—sebuah zaman ketika akses terhadap pendidikan, teknologi, dan ruang kepemimpinan semakin terbuka, namun tetap menuntut perjuangan yang cerdas, adaptif, dan berintegritas.

Menurut Hj. Rosnaeni Arsyad, makna Kartini hari ini harus dibaca sebagai pergeseran penting: dari emansipasi menuju transformasi. Jika pada masa lalu perempuan berjuang memperoleh hak dasar seperti pendidikan dan kesetaraan, maka kini tantangan bergeser. Perempuan dituntut tampil sebagai agen perubahan—aktif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global tanpa tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai luhur.

Baca Juga:  ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA

Dalam konteks ini, pendidikan menjadi fondasi utama kebangkitan perempuan. Ia tidak lagi sekadar alat untuk menyetarakan posisi dengan laki-laki, melainkan sarana strategis untuk melahirkan pemimpin, pemikir, dan penggerak peradaban. Perempuan masa kini, tegas Rosnaeni, perlu menguasai tiga pilar utama: literasi digital, kecerdasan emosional, dan integritas moral. Tanpa ketiganya, kemajuan hanya akan bersifat semu dan rapuh.

Semangat Kartini hari ini tercermin pada sosok perempuan yang berani bermimpi besar, namun tetap membumi. Mereka hadir sebagai pendidik yang mencerdaskan, ibu yang menanamkan nilai, sekaligus profesional yang memberi kontribusi nyata di berbagai sektor. Inilah wajah baru emansipasi: bukan sekadar kebebasan, tetapi tanggung jawab untuk menghadirkan dampak.

Dari semangat Kartini pula lahir pelajaran penting: keberanian melampaui batas tidak harus melalui konfrontasi, tetapi melalui kapasitas. Perempuan tidak lagi dituntut membuktikan diri dengan cara-cara keras, melainkan melalui prestasi, karya, dan konsistensi. Perempuan hebat adalah mereka yang mampu berdiri sejajar tanpa kehilangan kelembutan, serta bersaing tanpa harus menjatuhkan.

Baca Juga:  SUMPAH PEMUDA DAN INDONESIA EMAS 2025

Namun, tantangan era modern tidak bisa dipandang ringan. Arus informasi yang masif, standar sosial yang kerap tidak realistis, serta tekanan untuk tampil “sempurna” menjadi ujian tersendiri. Di sinilah pentingnya pendidikan karakter. Emansipasi sejati bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi kompleksitas zaman.

Di sektor pendidikan, semangat Kartini harus diterjemahkan dalam sistem yang inklusif dan berkeadilan. Diskriminasi berbasis gender tidak boleh lagi mendapat ruang—baik dalam akses pendidikan maupun peluang karier. Kurikulum perlu mendorong perempuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan mandiri, sehingga mampu menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pelengkap dalam sistem.

Baca Juga:  OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA

Hari Kartini 2026 adalah momentum refleksi sekaligus akselerasi. Refleksi bahwa perjuangan belum selesai, dan akselerasi bahwa perempuan harus mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan bangsa. Seperti ditegaskan Hj. Rosnaeni Arsyad, “Perempuan hari ini bukan lagi menunggu perubahan, tetapi menjadi perubahan itu sendiri.”

Dengan semangat itu, Kartini hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia—dalam keberanian untuk terus belajar, dalam keteguhan menghadapi tantangan, dan dalam komitmen membangun generasi yang lebih baik. Inilah esensi kebangkitan perempuan di era modern: berdaya, berakhlak, dan berdampak.

Share16Tweet10SendShareSend

Related Posts

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa
Opini

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

23 Juni 2026
MERITOKRASI YANG DIPERJUANGKAN, ETIKA YANG DIJAGA: KEPEMIMPINAN ANDI SUDIRMAN SULAIMAN DI SULAWESI SELATAN
Opini

MERITOKRASI YANG DIPERJUANGKAN, ETIKA YANG DIJAGA: KEPEMIMPINAN ANDI SUDIRMAN SULAIMAN DI SULAWESI SELATAN

14 Januari 2026
KETIKA UJARAN MENJADI SENJATA, RELASI MENJADI KORBAN
Opini

KETIKA UJARAN MENJADI SENJATA, RELASI MENJADI KORBAN

11 Januari 2026
OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA
Opini

OPERASI 300 MENIT: BEDAH TEKNIS PENCULIKAN PRESIDEN VENEZUELA

8 Januari 2026
ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA
Opini

ZOHRAN MAMDANI DAN KEBANGKITAN POLITIK PRO-PALESTINA

6 November 2025
SUMPAH PEMUDA DAN INDONESIA EMAS 2025
Opini

SUMPAH PEMUDA DAN INDONESIA EMAS 2025

30 Oktober 2025
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

23 Juni 2026
Kwarcab Maros Mantapkan Persiapan, Siap Berlayar ke Jambore Nasional XII 2026

Kwarcab Maros Mantapkan Persiapan, Siap Berlayar ke Jambore Nasional XII 2026

21 Juni 2026
Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

19 Juni 2026
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

19 Juni 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9118 shares
    Share 3647 Tweet 2280
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2185 shares
    Share 874 Tweet 546
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2062 shares
    Share 825 Tweet 516
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    1985 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1671 shares
    Share 668 Tweet 418
Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa
Opini

Membangun Budaya Sadar Hukum di Tengah Krisis Identitas Bangsa

by jum007
23 Juni 2026
0

Oleh: Dr. Rafih Sri Wulandari, S.IP., M.Si Di tengah derasnya arus globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat,...

Read more
Kwarcab Maros Mantapkan Persiapan, Siap Berlayar ke Jambore Nasional XII 2026

Kwarcab Maros Mantapkan Persiapan, Siap Berlayar ke Jambore Nasional XII 2026

21 Juni 2026
Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

19 Juni 2026
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

19 Juni 2026
Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

19 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.