MAROS — Lonjakan volume sampah pasca momen Idulfitri menyebabkan penumpukan di sejumlah titik di Kabupaten Maros. Kondisi ini mulai terjadi sejak akhir Ramadan dan baru ditangani secara intensif dalam dua hari terakhir setelah Lebaran. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin, menjelaskan bahwa peningkatan sampah saat Lebaran merupakan hal yang tidak terhindarkan. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya langsung menggenjot pembersihan dengan sistem rotasi pengangkutan yang diperbanyak.
“Karena momen Lebaran, volume sampah meningkat. Sekarang kita maksimalkan pengangkutan dengan rotasi 2 sampai 4 kali,” ujar Irfan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Bupati Maros telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah, mulai dari camat, lurah hingga pemerintah desa, untuk turun langsung melakukan kerja bakti di wilayah masing-masing guna mempercepat penanganan.
Dalam upaya pembersihan ini, DLH Maros mengerahkan sebanyak 416 petugas kebersihan dan mengoperasikan 17 unit armada truk pengangkut sampah.
“Semua kita maksimalkan. Petugas kebersihan kita ada 416 orang, dengan 17 armada truk,” jelasnya.
Terkait kesejahteraan petugas, Irfan memastikan bahwa mayoritas tenaga kebersihan telah berstatus P3K dan untuk pembayaran gaji telah diterima seluruhnya.
“Alhamdulillah, untuk gaji petugas sudah terima semua,” tambahnya.
DLH Maros menargetkan kondisi kebersihan di wilayah kabupaten dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ke depan.
Pemerintah daerah pun mengimbau, kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik, terutama di momen pasca perayaan besar seperti Lebaran, guna mencegah penumpukan serupa di masa mendatang,
JUM





















