MAROS — Absennya Persim Maros dalam kompetisi resmi PSSI Liga 4 yang digelar di Lapangan Ganesha Yonzipur 8/SMG menuai kekecewaan dari pencinta sepak bola di Kabupaten Maros. Klub yang selama ini dikenal sebagai kebanggaan masyarakat Maros dinilai seharusnya dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan sepak bola, khususnya di daerah.
Kabupaten Maros dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pemain sepak bola potensial di Sulawesi Selatan. Karena itu, ketidakhadiran Persim Maros dalam ajang Liga 4 dianggap sebagai sebuah kehilangan, mengingat klub tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pengembangan bagi pemain-pemain muda lokal.
Sejumlah pencinta sepak bola berharap Persim Maros dapat kembali menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda daerah. Mereka mendorong agar segera dicarikan solusi yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Persim Maros di kancah sepak bola regional maupun nasional.
Salah seorang pencinta sepak bola, Muh Kasim, mengaku sangat kecewa karena Persim Maros yang selama ini dibanggakan masyarakat tidak tampil di Liga 4. Menurutnya, kehadiran Persim Maros di kompetisi resmi PSSI sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan pemain muda di Maros.
Kekecewaan serupa disampaikan oleh Agus Roswandi, salah satu pengurus Askab PSSI Maros. Saat dihubungi Metro Sulsel, Agus menegaskan bahwa Liga 4 merupakan kompetisi resmi PSSI yang seharusnya diikuti oleh Persim Maros. Ia menyebutkan bahwa Persim Maros telah tercatat dan dikenal oleh PSSI pusat, bahkan pada musim lalu menjadi wakil Sulawesi Selatan di Liga 4 Nusantara.
“Seharusnya setiap kompetisi resmi PSSI, Persim Maros ikut ambil bagian. Kalau ada kendala, mari duduk bersama untuk dibicarakan agar ada solusi. Sangat ironis nama besar Persim Maros tercoreng, khususnya di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengurus Persim Maros yang enggan disebutkan namanya meminta Pemerintah Kabupaten Maros untuk memberikan perhatian lebih terhadap Persim Maros. Ia berharap ke depan ada dukungan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang dan Persim Maros dapat kembali tampil di kompetisi resmi.
Para pencinta sepak bola di Maros berharap ada solusi konkret dari semua pihak terkait, baik pengurus klub, Askab PSSI, maupun pemerintah daerah, untuk mengembalikan kejayaan Persim Maros sekaligus memastikan klub tersebut tetap menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda pesepak bola di Kabupaten Maros.
A SANRIMA/ARFAH





















