MAKASSAR — Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) membeberkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun yang digelar di Makassar, Selasa (30/12).
Laporan tersebut mencakup upaya pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi narkotika dalam kerangka Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
BNNP Sulsel menegaskan, posisi geografis Sulawesi Selatan yang strategis dengan tiga kota, 21 kabupaten, serta banyaknya pelabuhan dan bandara, termasuk pelabuhan tidak resmi, menjadikan wilayah ini rawan sebagai jalur keluar-masuk narkotika, khususnya melalui jalur laut.
Berdasarkan Indonesia Drugs Report 2025, Sulawesi Selatan menempati peringkat kelima nasional dengan jumlah tersangka kasus narkotika mencapai 3.641 orang.
PEMBERANTASAN
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BNNP Sulsel mengungkap 55 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dengan 70 berkas perkara. Dari jumlah tersebut, 38 berkas telah dinyatakan P21, sementara 37 lainnya masih dalam proses penyidikan. Total tersangka mencapai 70 orang, terdiri dari 58 pria dan 12 wanita.
Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi: 3.147,2 gram, sabu 17.509,33 gram ganja 38,03 butir, ekstasi 222,45 gram tembakau sintetis
Tim Asesmen Terpadu juga telah melakukan asesmen terhadap 1.595 tersangka, dengan rekomendasi rehabilitasi di lembaga resmi sebanyak 1.356 orang, rehabilitasi di lapas/rutan 231 orang, serta proses hukum tanpa rehabilitasi 9 orang.
PENCEGAHAN DAN PEMBERDAYAAN
Dalam aspek pencegahan, BNNP Sulsel menetapkan empat kelurahan sebagai Desa/Kelurahan Bersinar sepanjang 2025. Edukasi dan penyuluhan bahaya narkoba menjangkau 107.118 orang melalui tatap muka, media luar ruang, kampanye, hingga konten digital.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat, terbentuk 7.478 penggiat anti narkoba. Selain itu, 6.221 orang menjalani tes urine, dengan hasil 60 orang positif (58 pria dan 2 wanita).
Program pemberdayaan alternatif juga dilaksanakan di dua wilayah rawan, yakni Kelurahan Lembo (Makassar) melalui pelatihan servis handphone, serta Kelurahan Salotellue (Palopo) melalui pelatihan pembuatan teri kriuk.
REHABILITASI
Sepanjang 2025, layanan rehabilitasi BNNP Sulsel melayani 1.720 klien di berbagai klinik dan balai rehabilitasi. Layanan asesmen medis menjangkau 1.094 klien, sementara 1.014 klien mengikuti rawat jalan.
Sebanyak 97 klien dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, dengan layanan SKHPN menjangkau 2.756 orang. Program rawat inap di Balai Baddoka menangani 279 klien.
Tercatat tujuh lembaga rehabilitasi komponen masyarakat aktif, serta lima Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang melayani 16 klien dan melatih 25 agen pemulihan. BNNP Sulsel juga melakukan standarisasi lembaga rehabilitasi sesuai SNI 8807:2022.
AJAKAN KOLABORASI
Di akhir rilis, BNNP Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat atas dukungan terhadap program P4GN. BNNP berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang “Bersinar” (Bersih Narkoba).
HAMZAN / MUH ARFAH





















