MAROS, — Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Maros akibat kemarau panjang mendorong Karang Taruna turun tangan. Organisasi kepemudaan tersebut menggalang dana secara swadaya untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Hingga Selasa, 1 September 2026, Karang Taruna telah menghimpun dana sekitar Rp4,61 juta dari partisipasi masyarakat dan sejumlah pihak. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua Karang Taruna Maros, Muhammad Agus, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 25 tangki air bersih, masing-masing berkapasitas 5.000 liter, untuk segera didistribusikan ke wilayah terdampak, khususnya kawasan pesisir.
“Insyaallah dalam satu-dua hari ke depan distribusi air bersih akan segera kita turunkan kepada masyarakat pesisir. Saat ini kita masih menunggu truk tangki untuk suplai dan distribusi,” kata Muhammad Agus.
Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan ketersediaan air, melainkan armada truk tangki yang akan mengangkut dan mendistribusikan air ke lokasi warga.
Karang Taruna telah menghitung kebutuhan operasional distribusi. Setiap satu tangki membutuhkan biaya sekitar Rp200 ribu untuk operasional pengangkutan dan pendistribusian.
“Kendala kita saat ini adalah truk tangki. Kita sudah hitung, sekali distribusi biaya operasionalnya sekitar Rp200 ribu per tangki,” ujarnya.
Dengan kapasitas 5.000 liter per tangki, sebanyak 25 tangki berarti terdapat sekitar 125.000 liter air bersih yang disiapkan untuk masyarakat terdampak.
Muhammad Agus menegaskan, kondisi kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat membutuhkan gerakan bersama. Pemerintah melalui BPBD maupun Pemkab Maros, kata dia, tidak seharusnya bekerja sendirian menghadapi kondisi tersebut.
“Dampak kekeringan mengakibatkan masyarakat mengalami krisis air bersih. Ini wajib dikeroyok. Kita tidak bisa membiarkan BPBD bekerja sendiri dan Pemkab berjuang sendiri,” tegasnya.
Gerakan Kesetiakawanan Sosial
Penggalangan dana tersebut dilakukan dalam momentum bulan hari lahir Karang Taruna. Para pengurus dan anggota mengajak masyarakat serta para donatur untuk mengambil bagian dalam aksi sosial membantu warga yang terdampak kekeringan.
Dalam pesan penggalangan dana yang beredar, Karang Taruna menyampaikan bahwa kemarau dan fenomena El Nino masih berlangsung sehingga dampak kekeringan dan kelangkaan air bersih dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Maros.
“Kekeringan dan langkanya air bersih dirasakan dampaknya beberapa wilayah di Kabupaten Maros. Olehnya, dalam momentum bulan Harlah Karang Taruna mengajak kawan-kawan semua ikut berpartisipasi dalam melaksanakan bakti sosial membagikan air bersih,” demikian ajakan tersebut.
Gerakan itu sekaligus menjadi bentuk kesetiakawanan sosial masyarakat untuk meringankan beban warga yang berada di wilayah terdampak. Rp4,61 Juta Terkumpul Dari daftar donasi yang dihimpun Karang Taruna, tercatat puluhan orang telah memberikan bantuan dengan nominal mulai dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Sejumlah donatur memberikan sumbangan lebih besar, di antaranya Rp250 ribu, Rp400 ribu, hingga Rp700 ribu. Seluruh bantuan tersebut dikumpulkan secara sukarela.
Karang Taruna menyebutkan total sementara dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp4.610.000.
Dana tersebut masih terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi. Bantuan dapat diberikan secara tunai maupun melalui transfer ke rekening:
Bank BRI
022401015320538
a.n. Reza Pahlevi
Dengan kebutuhan operasional sekitar Rp200 ribu untuk satu tangki, dana yang terkumpul akan sangat membantu mempercepat mobilisasi armada dan pendistribusian air ke wilayah yang membutuhkan.
Karang Taruna berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada penggalangan dana, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, dan pemerintah untuk menghadapi dampak kekeringan yang semakin meluas.
“Salam kesetiakawanan sosial. Semoga apa yang kita lakukan bisa bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami krisis air bersih,” demikian pesan Karang Taruna.
JUM


















