MAROS — Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Maros, H.A. Muetazim Mansyur, menyatakan komitmennya untuk membina dan mendidik generasi muda usai resmi dilantik sebagai Ketua Kwarcab Maros masa bakti 2026–2031.
Dalam pernyataannya, Muetazim menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus mampu menjadi wadah pembentukan karakter bagi generasi milenial dan Gen Z di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia mengibaratkan kepemimpinan yang kini diembannya sebagai sebuah kapal besar yang akan mengarungi samudra selama lima tahun ke depan. Menurutnya, perjalanan tersebut tentu tidak akan mudah dan akan diwarnai berbagai rintangan serta tantangan organisasi.
“Gerakan Pramuka ini ibarat kapal yang sedang berlayar. Saya menyadari akan banyak gelombang dan tantangan yang dihadapi selama lima tahun ke depan. Namun saya optimistis semua itu dapat dilalui,” ujarnya.
Muetazim juga menegaskan keyakinannya bahwa dukungan dari Majelis Pembimbing Cabang menjadi kekuatan besar bagi kepengurusan yang dipimpinnya untuk membawa Gerakan Pramuka Maros semakin maju dan relevan dengan perkembangan generasi muda saat ini.
Dengan dukungan tersebut, dirinya percaya kapal organisasi yang dinahkodainya akan mampu berlayar hingga tiba di pelabuhan tujuan, yakni melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, berkarakter, serta bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, menyebut momentum pelantikan tersebut sebagai langkah penting untuk menyamakan persepsi dalam membangun karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas tinggal sekitar 19 tahun lagi. Membangun generasi unggul tidak bisa instan seperti membangun jembatan atau gedung. Dibutuhkan investasi pendidikan karakter selama 15 hingga 20 tahun,” ujarnya.
Adnan menjelaskan, berdasarkan data kependudukan, sekitar 60 persen masyarakat di Sulawesi Selatan saat ini didominasi generasi milenial dan generasi Z. Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan digitalisasi agar tetap relevan di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.
Menurutnya, membangun generasi unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus dibarengi dengan kecerdasan emosional dan spiritual.
Dalam penyampaiannya, Adnan juga menyinggung Jepang sebagai salah satu negara dengan tingkat kecerdasan tinggi dan etika masyarakat yang baik. Meski demikian, ia menekankan bahwa kecerdasan spiritual tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Didiklah generasi muda dengan baik agar kelak mereka mampu menjadi penerus yang lebih baik dari kita hari ini dalam membangun daerah dan masa depan Maros,” tutupnya.
Pelantikan pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Maros berlangsung penuh semangat dan dihadiri unsur pengurus, pembina, serta tokoh masyarakat di Kabupaten Maros.
TIM HUMAS & INFO





















