MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontoramba. Inovasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Bakteri ECOTRU, bakteri pemakan sedimen yang berbahan 100 persen organik, guna menekan pencemaran lingkungan dan mengurangi bau tidak sedap dari timbunan sampah.
Penerapan Bakteri ECOTRU dilakukan dengan metode penyiraman langsung pada area tumpukan sampah. Sebelum digunakan, bakteri tersebut diaktivasi selama 24 jam dengan perbandingan satu banding 100 menggunakan air bersih. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat proses penguraian sampah organik sekaligus menekan keberadaan lalat, belatung, dan hama lainnya yang kerap dikeluhkan warga sekitar TPA.
Kepala Pengelola TPA Bontoramba, Ahmad Fudail, mengatakan bahwa penggunaan Bakteri ECOTRU merupakan bagian dari upaya modernisasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Maros. Menurutnya, metode ini lebih efektif dan aman bagi lingkungan karena tidak mengandung unsur kimia.
“Setelah diterapkan, bau sampah berkurang cukup signifikan dan kondisi lingkungan kerja di TPA menjadi lebih nyaman,” kata Ahmad Fudail.
Selain diterapkan pada tumpukan sampah, Bakteri ECOTRU juga digunakan pada kolam lindi untuk menurunkan kadar pencemar pada air limbah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah dampak pencemaran terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar kawasan TPA.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyatakan dukungannya terhadap penerapan teknologi tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan efektivitas penggunaan Bakteri ECOTRU dalam pengelolaan sampah dan air limbah.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap inovasi ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar TPA Bontoramba. Ke depan, penerapan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan tersebut direncanakan menjadi percontohan bagi TPA lainnya di Sulawesi Selatan, seiring meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
HAMZAN





















