MAROS – Setelah menunggu hampir tiga tahun, Kelompok Tani (Gapoktan) Limapoccoe di Kecamatan Cendrana akhirnya menerima bantuan traktor roda empat dari pemerintah. Kehadiran alat pertanian tersebut disambut antusias karena diyakini dapat mempercepat pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas petani.
Ketua Gapoktan Limapoccoe, Haji Sahrial, mengatakan bahwa permohonan bantuan telah diajukan dua hingga tiga tahun lalu, disertai kelengkapan administrasi sesuai syarat yang ditetapkan.
“Pengajuan ini sudah hampir tiga tahun. Semua administrasi lengkap dan prosesnya sesuai prosedur,” jelasnya.
Bantuan Lewati Mekanisme Resmi, Bukan Penunjukan
Sahrial menepis isu bahwa penerima bantuan ditentukan melalui penunjukan langsung.
“Informasi itu tidak benar. Kami mengikuti mekanisme pengajuan seperti kelompok lain,” tegasnya.
Traktor Diproyeksi Tingkatkan Intensitas Tanam
Sebelumnya, petani setempat hanya menggunakan traktor kecil sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam mengolah lahan. Dengan hadirnya traktor roda empat, petani Limapoccoe berharap intensitas tanam dapat meningkat.
“Biasanya hanya dua kali tanam setahun. Kalau pengolahan lahan lebih cepat, peluang menjadi tiga kali tanam itu terbuka,” kata Sahrial.
Ia menjelaskan bahwa jumlah panen di wilayah tersebut bervariasi, dari satu hingga tiga kali per tahun tergantung kondisi lahan. Dengan alat baru ini, ia yakin produktivitas dapat naik signifikan.
Petani Nilai Pemerintah Semakin Serius
Atas bantuan yang terealisasi, Sahrial menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah.
“Ini bukti perhatian pemerintah terhadap petani. Harapannya, dengan alat ini produksi meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” ujarnya.
ARFAH/HAMZAN





















