INDRAMAYU — Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, memimpin upacara peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-75 yang dipusatkan di Makam Pionir Transmigrasi, Desa Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mengenang tragedi kecelakaan bus calon transmigran pada 11 Maret 1974.
Dalam kegiatan tersebut, Viva Yoga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan para calon transmigran dan keluarganya yang menjadi korban kecelakaan saat perjalanan menuju kawasan transmigrasi di Lampung dan Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
“Mereka berangkat dengan niat mulia untuk memperbaiki kehidupan. Kita hadir di sini untuk mengenang perjuangan para pionir transmigrasi,” ujar Viva Yoga.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi di jembatan penghubung Indramayu–Subang, Desa Sukra. Sebanyak 70 calon transmigran mengalami musibah dalam perjalanan, dan hanya tiga anak yang selamat. Korban yang meninggal dunia dimakamkan di lokasi yang kini dikenal sebagai Makam Pionir Transmigrasi.
Viva Yoga menilai para transmigran sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, mereka bukan hanya membuka lahan baru untuk pertanian dan permukiman, tetapi juga memperkuat persatuan nasional melalui akulturasi budaya.
“Dulu mereka disebut pahlawan pembangunan, hari ini layak disebut patriot bangsa karena menjaga wilayah terdepan Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Viva Yoga juga menyerahkan santunan kepada dua korban selamat, Suyamto dan Jaelani, serta memberikan bantuan kepada penjaga makam.
Selain kegiatan peringatan, Viva Yoga memastikan Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan bantuan bagi wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Bantuan difokuskan pada kawasan transmigrasi seperti di Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah.
“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dampak bencana bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
SYUKRI





















