Kemarahan Masyarakat Makassar Memuncak!

Iklan Honda

MAKASSAR — Kota Makassar malam ini memanas. Aksi solidaritas ribuan massa atas tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta, berubah menjadi chaos besar. Demonstrasi gabungan mahasiswa, pengemudi ojol, dan elemen masyarakat di kawasan Jalan Urip Sumoharjo berujung bentrok dan pembakaran kantor DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Api Melahap Gedung DPRD

Kemarahan massa memuncak sekitar pukul 22.30 WITA, ketika gedung DPRD Kota Makassar di simpang Jalan A. Pettarani – Alauddin diserbu. Dalam hitungan menit, api menjalar dari lantai dasar hingga ke atap. Kobaran api raksasa menjulang tinggi, terlihat jelas hingga radius beberapa kilometer.

Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal membubung pekat dan suara ledakan beruntun terdengar dari dalam gedung. Ledakan diduga berasal dari material mudah terbakar di area perkantoran.

“Situasi makin sulit dikendalikan. Massa begitu banyak, dan kami kesulitan melakukan pemadaman,” ujar salah satu petugas Damkar di lokasi.

Korban Jiwa dan Kerusakan Berat

Dalam peristiwa mencekam itu, seorang petugas Satpol PP bernama Budi dilaporkan tewas setelah terjebak kobaran api di lantai empat gedung DPRD. Diduga panik, Budi nekat melompat ke area parkir dan mengalami benturan keras di kepala.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran menemukan satu korban perempuan yang juga meninggal dunia di dalam gedung, namun identitasnya belum diketahui.

Selain gedung DPRD, sedikitnya 30 unit kendaraan roda empat, baik berpelat merah maupun hitam, yang terparkir di halaman kantor turut dibakar massa.

Pembakaran Menyebar ke Pos Polisi dan DPRD Provinsi

Tidak berhenti di situ, massa yang sudah tersulut emosi membakar dua pos polisi lalu lintas milik Polrestabes Makassar di perempatan Jalan A. Pettarani – Alauddin dan Flyover Pettarani.

Sekitar pukul 00.30 WITA, giliran gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo menjadi sasaran amuk. Hanya butuh waktu sekitar satu jam hingga api melahap sebagian besar bangunan megah tersebut.

Aparat Terlihat Pasif, TNI Turun Tangan

Pantauan Metrosulsel.com di lokasi menunjukkan minimnya pengamanan polisi pada awal terjadinya kerusuhan. Massa tampak leluasa bergerak hingga pembakaran meluas ke beberapa titik.

Baru sekitar pukul 01.30 WITA, ratusan aparat TNI dikerahkan untuk membantu pengendalian situasi. Tim gabungan pemadam kebakaran kemudian mengevakuasi korban dan memadamkan api yang sudah menjalar luas.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Prasetyo, membenarkan bahwa kondisi belum sepenuhnya terkendali.

“Kami masih fokus pada proses evakuasi korban dan pengamanan area sekitar gedung. Api sudah menjalar hampir ke seluruh bagian kantor DPRD,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan pukul 02.00 WITA, pemerintah kota dan provinsi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden besar ini.

Situasi Terkini

  • 2 gedung DPRD ludes terbakar
  • Sedikitnya 2 korban meninggal dunia
  • 30 unit kendaraan dibakar
  • 2 pos polisi rusak parah
  • Ratusan aparat TNI mulai mengamankan lokasi

Situasi di Makassar masih tegang. Massa aksi belum seluruhnya membubarkan diri, sementara petugas gabungan terus melakukan pendinginan area kebakaran dan pengamanan di sejumlah titik rawan bentrok.

JUM