JAKARTA — Situasi di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, semakin memanas menjelang malam. Ribuan massa dari kalangan pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, dan sejumlah elemen masyarakat terus berdatangan untuk menuntut pertanggungjawaban Polri atas kematian Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi di Pejompongan, Jumat (29/8).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB, aktivitas lalulintas kendaraan pada ruas Jalan Kwitang-Senen masi tertutup total, akibat terus membludaknya massa dari kalangan masyarakat. Para pengunjuk rasa mayoritas mengenakan jaket hitam-hijau Gojek dan atribut komunitas ojol lainnya.
Di barisan depan, kelompok mahasiswa masih memimpin orasi, menuntut agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera memberikan klarifikasi dan memastikan penegakan hukum terhadap anggota Brimob yang terlibat.
Salah satu korlap aksi menegaskan bahwa massa tidak akan membubarkan diri sebelum tuntutan mereka dipenuhi. “Kami ingin keadilan untuk Affan. Kami menuntut proses hukum yang transparan dan terbuka!” teriaknya melalui pengeras suara.
Sekitar pukul 17.45 WIB, suasana memanas ketika sebuah mobil warga yang terparkir dekat Mako Brimob dibakar massa. Asap tebal sempat mengepul dan membuat situasi semakin kacau. Aparat kepolisian dan TNI yang berjaga menambah lapisan pengamanan. Bahkan, sejumlah kendaraan taktis TNI terlihat diamankan ke dalam markas Brimob untuk mencegah kerusuhan lebih besar.
Hingga pukul 19.10 WIB, kondisi di area sekitar Mako Brimob Kwitang masih belum kondusif. Massa kian memadati area, sementara aparat gabungan Polri dan Marinir terus bersiaga menghadapi kemungkinan eskalasi bentrokan dengan pembubaran paksa oleh aparat.
Sebelumnya Propam Mabes Polri, Saat sementara memeriksa 7 anggota Brimob terkait insiden maut yang menewaskan Affan.
Usai Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri sempat menemui massa aksi saat melakukan unjuk rasa depan Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). Tim gabungan Brimob TNI mulai membubarkan massa menjauh dari depan Mako Brimob Kwitang.
Asep mengatakan, ada tujuh anggota Brimob terduga pelanggar. Mereka semua dinyatakan menyalahi kode etik.
Situasi di lapangan masih dinamis, gas air mata mulai di gunakan perlahan menggiring massa membubarkan diri di sepanjang jalan Kwitang – Senen.
Laporan : Muhammad Ibnu Sofian