MAROS — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Maros menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 sebagai forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus menentukan arah kepemimpinan baru Gerakan Pramuka di daerah ini.
Kegiatan yang berlangsung di Aula II Besar Waterboom Maros, Sabtu (14/03/2026), dihadiri jajaran pengurus Kwarcab, perwakilan Kwartir Ranting se-Kabupaten Maros, unsur pembina, serta anggota Pramuka.
Muscab tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi lima tahunan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh elemen Pramuka untuk menilai sejauh mana program pembinaan generasi muda berjalan efektif serta mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Kwarcab Maros yang diwakili Ketua Harian, Faradillah Usman, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum Muscab menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan kepengurusan selama periode 2021–2026.
“Muscab ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum refleksi perjalanan satu periode kepengurusan. Forum ini menjadi ruang evaluasi, menyusun rekomendasi, sekaligus memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros,” ujarnya.
Ia berharap Muscab dapat berlangsung dalam suasana demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan, sehingga menghasilkan keputusan yang benar-benar lahir dari musyawarah bersama.
Di sisi lain, forum Muscab juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab Gerakan Pramuka Maros Tahun 2026.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, sehingga kepengurusan yang terpilih ke depan diharapkan mampu bekerja lebih solid, profesional, dan inovatif.
“Kami berharap Muscab ini menghasilkan susunan kepengurusan baru yang benar-benar solid, handal, dan berkualitas sehingga mampu menghantarkan Kwarcab Gerakan Pramuka Maros meraih prestasi yang membanggakan kita semua,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi kepramukaan tidak sekadar jabatan struktural, tetapi harus dilandasi komitmen pengabdian yang tulus dalam membina generasi muda.
“Yang terpenting adalah memiliki komitmen, integritas, semangat pengabdian yang ikhlas, rela berkorban, serta mampu menjalankan roda organisasi secara profesional,” jelasnya.
Kegiatan Muscab ini turut dihadiri perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang diwakili Prof. Dr. Jasmal A. Syamsul, M.Si., IPU., ASEAN Eng, serta seluruh pengurus Kwartir Ranting se-Kabupaten Maros dan jajaran pengurus Kwarcab periode 2021–2026.
Melalui forum ini, berbagai gagasan dan rekomendasi strategis diharapkan dapat lahir dari para peserta Muscab. Harapannya, Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros tidak hanya tetap eksis sebagai organisasi kepanduan, tetapi juga semakin relevan sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, disiplin, berjiwa kepemimpinan, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
SYAMSIR ANCI





















