Oleh: Abual-Faqir
Tujuh dekade perjalanan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap merupakan rentang waktu yang panjang bagi sebuah organisasi kepemudaan. Selama 70 tahun, organisasi ini telah melewati berbagai dinamika sosial, perubahan zaman, serta pergantian generasi yang terus membentuk arah dan karakter perjuangannya.
Perjalanan tersebut tidak hanya mencerminkan usia organisasi, tetapi juga proses panjang pembinaan kader. Bagi banyak generasi, IPMI Sidrap menjadi ruang belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta keberanian menyampaikan gagasan dan aspirasi masyarakat.
Nilai kerja keras yang tercermin dalam falsafah Bugis “Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata” menjadi prinsip yang relevan bagi perjalanan organisasi ini. Makna dari falsafah tersebut menegaskan bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai melalui usaha yang sungguh-sungguh dan konsisten.
Namun, momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah. Ia juga menjadi ruang refleksi terhadap peran organisasi di tengah perubahan zaman. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding masa lalu, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.
Salah satu tantangan yang muncul adalah perubahan pola interaksi generasi muda di era digital. Arus informasi yang cepat sering kali mempengaruhi cara berpikir dan berorganisasi. Dalam kondisi ini, organisasi kepemudaan dituntut tetap mampu menjadi ruang pembinaan karakter dan nilai.
Selain itu, penguatan budaya intelektual juga menjadi hal penting. Tradisi diskusi, kajian, serta pengembangan gagasan perlu terus dipelihara agar organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya pemikiran yang konstruktif bagi masyarakat.
Perubahan sosial dan ekonomi yang cepat juga menuntut generasi muda untuk lebih adaptif. Organisasi kepemudaan diharapkan mampu mendorong kadernya mengembangkan keterampilan, inovasi, serta kemampuan membaca perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai sosial dan budaya.
Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara kader aktif dan alumni juga menjadi faktor penting. Pengalaman generasi sebelumnya dapat menjadi referensi bagi kader muda dalam menghadapi tantangan baru, sementara energi generasi muda menjadi motor penggerak keberlanjutan organisasi.
Milad ke-70 IPMI Sidrap dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran organisasi dalam pembinaan generasi muda. Keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh lamanya usia, tetapi juga oleh kemampuannya untuk tetap relevan, adaptif, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan menjaga nilai dasar perjuangan, memperkuat budaya intelektual, serta membuka ruang inovasi, IPMI Sidrap memiliki peluang untuk terus berperan dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing.
Milad ini pada akhirnya bukan sekadar peringatan perjalanan masa lalu, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab generasi saat ini untuk melanjutkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
“Selamat Milad ke-70 IPMI Sidrap”





















