MAROS — Pelayanan kesehatan di wilayah Mallawa, Kabupaten Maros, tengah menjadi sorotan tajam. Warga mengeluhkan kondisi memprihatinkan di Puskesmas Mallawa yang disebut tidak memiliki dokter jaga untuk melayani pasien secara langsung.
Keluhan ini mencuat melalui pesan berantai WhatsApp dan unggahan media sosial yang menyuarakan keresahan masyarakat. Dalam pernyataannya, warga mengaku heran dan kecewa karena pasien yang datang dengan berbagai keluhan penyakit justru tidak mendapatkan pemeriksaan langsung oleh tenaga dokter.
“Banyak pasien datang membawa penyakit, tetapi tidak ada dokter yang berjaga untuk menangani langsung,” tulis warga dalam laporan tersebut.
Yang lebih mengkhawatirkan, masyarakat mengaku selama ini diarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara online. Kondisi ini memicu pertanyaan serius terkait standar pelayanan kesehatan di fasilitas publik.
“Apakah ada aturan resmi yang memperbolehkan Puskesmas hanya melayani pasien via online tanpa kehadiran dokter dalam waktu lama?” lanjut isi keluhan itu.
Warga menilai, sistem pelayanan seperti ini tidak lagi relevan dengan kondisi di lapangan. Mereka menegaskan bahwa pemeriksaan daring tidak bisa menggantikan kebutuhan tindakan medis langsung, terutama bagi pasien dengan kondisi yang semakin memburuk.
Situasi ini dinilai berpotensi melanggar hak dasar masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang layak. Terlebih, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan seharusnya hadir dengan tenaga medis lengkap, bukan justru kosong dari dokter.
Desakan pun mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Maros dan Dinas Kesehatan setempat untuk segera mengambil langkah konkret. Warga meminta kejelasan terkait regulasi yang diterapkan sekaligus solusi cepat untuk mengisi kekosongan tenaga dokter.
“Kami butuh kehadiran dokter secepatnya sebelum kondisi kesehatan masyarakat semakin memburuk,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, meski upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros Dr. H Muhammad Yunus, terkait dugaan kekosongan dokter di Puskesmas Mallawa maupun kebijakan pelayanan berbasis online tersebut.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya kepercayaan publik yang runtuh, tetapi juga keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan.
JM





















