JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyeret namanya dalam polemik dugaan ijazah Presiden Joko Widodo.
Dalam potongan video yang beredar luas di media sosial, Jusuf Kalla (JK) secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya berada di balik isu yang menyerang Jokowi. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar dan cenderung spekulatif.
“Tidak ada masalah dengan ijazah. Kalau perlu, ya ditunjukkan saja yang asli supaya semuanya jelas,” ujar JK dalam pernyataannya di hadapan awak media.
JK menegaskan, dirinya justru meyakini bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli. Namun, menurutnya, polemik yang terus berkembang di ruang publik bisa disudahi dengan langkah sederhana: transparansi.
“Supaya tidak jadi polemik berkepanjangan, ya ditunjukkan saja. Biar selesai,” tambahnya.
Pernyataan JK ini sekaligus menjawab narasi liar yang berkembang, yang mengaitkan dirinya dengan pihak-pihak yang disebut-sebut menggulirkan isu tersebut untuk kepentingan politik tertentu.
Di sisi lain, isu dugaan ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat di tengah dinamika politik nasional yang kian menghangat. Sejumlah pihak memanfaatkan isu ini sebagai bahan serangan, meskipun belum disertai bukti kuat yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak Istana terkait kembali menguatnya isu tersebut. Namun sebelumnya, pihak terkait telah berulang kali menegaskan bahwa dokumen pendidikan Presiden Jokowi sah dan valid.
Pengamat menilai, polemik ini lebih bernuansa politik dibanding substansi hukum. Dorongan untuk membuka dokumen asli dinilai sebagai langkah meredam kegaduhan, bukan karena adanya bukti pelanggaran.
Dengan pernyataan JK yang terang dan terbuka, publik kini menunggu apakah polemik ini akan mereda, atau justru terus dimanfaatkan sebagai alat tekanan politik menjelang dinamika besar nasional ke depan.
JM





















