BANDA ACEH — Rentetan gempa bumi yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada Rabu (31/12/2025) dini hari memicu beredarnya narasi di media sosial terkait kemunculan cahaya biru di langit sebelum gempa terjadi. Narasi tersebut mengaitkan gempa dengan dugaan fenomena non-alam, termasuk klaim penggunaan teknologi tertentu. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah maupun pernyataan resmi yang mendukung klaim tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, warga di Aceh Jaya, Pidie Jaya, dan Aceh Barat melaporkan melihat cahaya berwarna kebiruan di langit sekitar pukul 02.47 WIB. Beberapa menit setelahnya, wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan M4,2 dan M4,4 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, disusul beberapa gempa susulan hingga siang hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa wilayah Aceh berada di zona seismik aktif karena dilalui oleh Sesar Sumatra dan dipengaruhi aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Gempa dangkal dengan magnitudo kecil hingga menengah yang terjadi secara beruntun merupakan karakteristik umum di wilayah sesar aktif.
Terkait laporan cahaya di langit, sejumlah ahli geofisika menyebut fenomena tersebut dapat dikaitkan dengan apa yang dikenal sebagai earthquake lights, yakni kilatan atau cahaya yang terkadang muncul sebelum atau saat gempa bumi. Fenomena ini diduga berkaitan dengan pelepasan muatan listrik akibat tekanan pada batuan di kerak bumi, meski mekanismenya masih terus diteliti.
BMKG menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas gempa bumi dengan penggunaan teknologi buatan manusia atau senjata tertentu. Selain itu, tidak ada data seismik maupun pemantauan ionosfer yang mengindikasikan adanya gangguan non-alam sebelum terjadinya gempa.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial, serta tetap merujuk pada sumber resmi dalam memperoleh informasi kebencanaan.
“Gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah,” demikian imbauan BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus melakukan pemantauan dan memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak tetap aman.
AGUNG SANRIMA





















