MAROS — Suasana depan Kantor Kecamatan Bontoa, Jl. Andi Raja Panjalingan, Sabtu malam (14/2/2026), terlihat berbeda dari biasanya. Ratusan pemuda berkumpul, bukan untuk sekadar nongkrong, melainkan mengikuti Open Tournament Mobile Legends Youth Cup yang digagas Forum Komunikasi Pemuda Bontoa (FKPB).
Turnamen yang berlangsung selama dua hari, hingga Minggu malam (15/2/2026), diikuti sekitar 100 peserta dari 16 tim yang berasal dari berbagai lingkungan di Kecamatan Bontoa. Kegiatan dibuka dengan sederhana namun hangat — mulai dari pembukaan gerbang peserta, sambutan panitia, doa bersama, hingga peresmian pertandingan.
Ketua Panitia, Abdullah, menyampaikan kegiatan ini lahir dari kegelisahan melihat anak-anak muda yang gemar bermain gim sering mendapat stigma negatif.
“Selama ini mereka hanya dianggap buang waktu. Padahal kalau diarahkan, game bisa melatih strategi, komunikasi, dan kerja sama tim. Kami ingin mereka punya ruang yang positif,” ujarnya.
Hari kedua turnamen diisi dengan sambutan perwakilan komunitas e-sport Kabupaten Maros, sekaligus penutupan kegiatan dan penyerahan piala, sertifikat, serta uang pembinaan bagi juara 1, 2, dan 3.
Tak hanya kompetisi, panitia juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung. Beberapa di antaranya seperti keripik peyek Dapur Insyirah dan basreng Bando Foods ikut meramaikan lokasi turnamen.
Bagi FKPB, kegiatan ini bukan sekadar lomba gim, tetapi upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia e-sport.
Melalui turnamen ini, para pemuda belajar sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab, sekaligus menunjukkan bahwa hobi bermain gim bisa berkembang menjadi aktivitas kreatif dan produktif.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 23.00 WITA dalam suasana aman dan kondusif, meninggalkan harapan baru: anak muda Bontoa memiliki panggungnya sendiri untuk tumbuh dan diapresiasi.
JUM





















