MAROS — Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Maros periode 2026–2031 tetap dilanjutkan dan berlangsung di Hotel Prima Makassar pada Senin (13/4).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 50 persen kepala desa dari total 80 desa yang ada di Kabupaten Maros. Dengan jumlah kehadiran tersebut, forum dinilai memenuhi unsur representasi untuk melanjutkan agenda musyawarah.
Dalam dinamika yang berkembang, mayoritas kepala desa juga menyatakan sikap untuk kembali ke organisasi APDESI yang selama ini menjadi wadah utama.
“Lebih dari 50 persen kades sudah menyatakan kembali ke rumah yang lama, sehingga konsolidasi organisasi kembali menguat,” ungkap salah satu sumber dalam forum.
Dalam musyawarah tersebut, peserta yang hadir sepakat melanjutkan agenda muscab dan mengambil keputusan secara musyawarah mufakat. Hasilnya, Kepala Desa Tenrigangkae, Wahyu Febri, ditetapkan sebagai Ketua APDESI Maros periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.
Selain itu, forum juga menetapkan susunan pengurus inti secara aklamasi. Kepala Desa Moncolloe, Ikbal, dipercaya sebagai Sekretaris, sementara Kepala Desa Purnakarya, Nurdiana, ditetapkan sebagai Bendahara.
Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh peserta yang hadir menyatakan dukungan penuh tanpa adanya calon lain yang diajukan dalam forum.
Pembukaan kegiatan Muscab APDESI Maros turut dihadiri sejumlah unsur pejabat daerah dan organisasi. Di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros, Muhammad Idrus, Kepala Kesbangpol Maros Herwan, serta Kapolres Maros yang diwakili Kabag Ops Kompol Asgar.
Selain itu, hadir pula Ketua APDESI Wilayah Sulawesi Selatan, Wahyudi Mapparenta, bersama Sekretaris APDESI Sulawesi Selatan, Ummi, yang turut menyaksikan jalannya proses musyawarah hingga penetapan ketua terpilih.
Muscab ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali soliditas organisasi APDESI Maros serta menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan.
JUM





















