MAROS — Kabupaten Maros tidak hanya dikenal dengan keindahan alam kawasan karstnya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang telah melegenda. Salah satu ikon kuliner yang tetap bertahan hingga kini adalah Istana Roti Maros, usaha roti rumahan milik Hj. Ni’ma yang telah berdiri sejak tahun 1989.
Berlokasi di Jalan Poros Maros–Makassar, tepatnya di Lingkungan Ballu-ballu, Kelurahan Taro Ada, Kecamatan Turikale, Istana Roti Maros menjadi destinasi favorit bagi wisatawan maupun warga lokal yang melintas. Aroma roti yang baru keluar dari pemanggangan kerap menggoda pengendara untuk singgah.
Sejak pertama kali dirintis lebih dari tiga dekade lalu, Istana Roti Maros dikenal konsisten menjaga kualitas dan cita rasa. Di bawah pengelolaan Hj. Ni’ma, resep otentik tetap dipertahankan sehingga memiliki pelanggan setia dari berbagai daerah.
Salah satu produk unggulan yang paling diminati adalah roti sisir. Roti ini dikenal memiliki tekstur lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas, menjadikannya berbeda dari roti sejenis di tempat lain.
“Kami menjaga kualitas sejak tahun 1989. Fokus kami bukan hanya menjual roti, tetapi menjaga warisan rasa khas Maros agar setiap pengunjung mendapatkan cita rasa yang asli,” ujar Hj. Ni’ma.
Selain roti sisir dan roti khas Maros, Istana Roti Maros juga menyediakan berbagai kue tradisional Sulawesi Selatan. Aneka kudapan khas daerah tersedia lengkap, menjadikan tempat ini sebagai pusat oleh-oleh bagi pelancong yang ingin membawa buah tangan autentik dari Butta Salewangang.
Keberlangsungan Istana Roti Maros hingga kini menjadi bukti bahwa konsistensi menjaga kualitas serta resep turun-temurun mampu membuat usaha keluarga bertahan di tengah perubahan zaman.
Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Makassar atau sebaliknya, Istana Roti Maros menjadi salah satu pilihan singgah untuk menikmati kuliner khas Maros yang telah melegenda.
HAMZAM





















