MAROS — Prosesi serah terima jabatan Panglima Komando Daerah Udara (Pangkoopsud) II berlangsung khidmat dengan nuansa adat Bugis-Makassar. Tradisi Aru’ dan Tari Paduppa mewarnai upacara Passing In/Out yang digelar di kawasan Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Jumat (9/1/2026).
Kedatangan Pangkoopsud II beserta rombongan disambut tarian adat khas Sulawesi Selatan, yakni Tari Paduppa dan Tari Empat Etnis Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Tarian tersebut dibawakan Sanggar Seni Batara Maru dari Desa Marumpa, Kabupaten Maros, sebagai simbol penghormatan dan penerimaan terhadap pimpinan baru.
Gerakan para penari yang diiringi tabuhan gendang menghadirkan suasana sakral dan penuh makna, mencerminkan keterbukaan serta doa masyarakat agar kepemimpinan di wilayah Komando Daerah Udara II berjalan aman dan membawa kebaikan.
Puncak prosesi adat ditandai dengan pembacaan Aru’ oleh Letda Lek Syamsuri, Perwira Administrasi Dinas Teritorial Lanud Sultan Hasanuddin. Dengan lantang dan penuh penghayatan, Aru’ dilafalkan sebagai simbol sumpah setia, keberanian, dan loyalitas prajurit Bugis-Makassar kepada pimpinan dan tanah air.
Pimpinan Sanggar Seni Batara Maru, Haris S., S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembacaan Aru’ memiliki makna mendalam dalam setiap penyambutan pemimpin. Menurutnya, Aru’ bukan sekadar ritual adat, melainkan doa dan harapan agar pimpinan yang baru senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan tugas.
“Kehadiran sanggar seni dalam prosesi ini juga menjadi wujud sinergi antara TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Hasanuddin, dengan masyarakat lokal. Ini sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal di lingkungan militer,” ujarnya.
Upacara Passing In/Out Pangkoopsud II berlangsung tertib dan penuh khidmat. Prosesi tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di Komando Daerah Udara II, dengan tetap menjunjung nilai budaya dan tradisi lokal sebagai bagian dari penghormatan tertinggi.
HAMZAN





















