• Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
Metro Sulsel
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
No Result
View All Result
Metro Sulsel
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Lokal
  • Kriminal
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Sorotan
  • Kebudayaan
Home Berita Lokal

SPN di Tengah Hutan Lindung: Proyek Mangkrak, Kerugian Miliaran, Hukum Dilanggar

jum007 by jum007
16 Juni 2025
in Berita Lokal
SPN di Tengah Hutan Lindung: Proyek Mangkrak, Kerugian Miliaran, Hukum Dilanggar

SPN di Tengah Hutan Lindung: Proyek Mangkrak, Kerugian Miliaran, Hukum Dilanggar

MAROS | metrosulsel.com – Di atas tanah yang dulunya dihuni hutan pinus perawan Tala-Tala, kini berdiri puing-puing proyek ambisius Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel yang mangkrak, retak, dan ditinggalkan. Proyek bernilai puluhan miliar rupiah itu ternyata dibangun di dalam kawasan hutan lindung tanpa izin kehutanan yang sah. Kondisinya kini rusak berat dan tidak layak digunakan.

Lebih dari sekadar salah kelola, fakta-fakta yang diungkap LSM Pelopor Gerakan Pembaharuan (PEKAN-21) menunjukkan rangkaian dugaan pelanggaran hukum yang merentang dari manipulasi sertifikat hingga perusakan lingkungan dan kerugian negara.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Fasilitas rusak, tak berfungsi, dan pembangunannya melanggar hukum. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kejahatan terstruktur,” ujarAKBP (Purn) Agussalim, Ketua Tim Investigasi PEKAN-21.

Pembangunan Tanpa Legalitas, Dikerjakan di Hutan Lindung, Investigasi PEKAN-21 menemukan bahwa proyek SPN Tala-Tala dibangun di atas lahan seluas 67,2 hektare yang secara legal masih berstatus kawasan hutan lindung. Tanpa dokumen pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), puluhan pohon pinus ditebang dan bangunan didirikan, termasuk asrama siswa, pos Brimob, serta satu rumah panggung yang kini digunakan sebagai kediaman pribadi mantan pejabat.

Baca Juga:  Kejari Maros Berganti Nahkoda, Zulkifli Said Dimutasi ke NTB

Dokumen resmi menunjukkan lokasi proyek tidak sesuai dengan titik koordinat sertifikat tanah, dan tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan sebagaimana diatur dalam UU Kehutanan dan PP 104/2015.
Lebih jauh, fasilitas SPN tak terhubung dengan infrastruktur dasar—tidak ada listrik, air, dan akses jalan yang layak. Pembangunan yang dipaksakan tanpa studi lingkungan, tanpa AMDAL atau UKL-UPL, menabrak aturan UU No. 32/2009 tentang Lingkungan Hidup.
Kerugian Negara: Antara Rp35 hingga 50 Miliar, Berdasarkan dokumen anggaran yang dihimpun PEKAN-21 dan sumber dari internal kepolisian, proyek SPN Tala-Tala didanai melalui APBN, hibah Pemprov Sulsel, serta dukungan Pemkab Maros. Estimasi anggaran proyek mencapai Rp35–50 miliar.

Namun, menurut audit investigatif internal Itwasum Polri dan laporan BPKP Sulsel ke Mabes Polri (akhir 2023), ditemukan indikasi penyimpangan pengadaan dan pelaksanaan proyek, termasuk ketidaksesuaian spesifikasi teknis dan mark-up biaya, yang berpotensi merugikan negara hingga belasan miliar rupiah.

“Kerugian negara bukan hanya dalam bentuk uang, tapi juga hilangnya kawasan lindung dan rusaknya ekosistem hutan,” tegas Agussalim.

Kejaksaan Melempar ke Polisi, Penanganan Diduga Mandek, Kejaksaan Agung telah dua kali menerima laporan dari PEKAN-21, namun memilih melimpahkan kasus ke Kejaksaan Tinggi Sulsel, dan selanjutnya menyerahkan ke Polri karena lembaga tersebut terlebih dahulu menerbitkan surat penyelidikan.
Kini, kasus ditangani oleh Itwasum Polri di bawah koordinasi Mabes Polri. Namun, publik mempertanyakan transparansi dan kemauan politik dalam penuntasan kasus ini.

Baca Juga:  Sengketa Tanah di Tompobulu Mandek, Camat Malakaji Dituding Abai Tugas

“Jika proyek negara di atas tanah negara bisa dilanggar hukum seenaknya, lalu di mana keadilan bagi masyarakat?” tanya Amir Kadir, Sekjen PEKAN-21.
Aturan yang Dilanggar

Pembangunan SPN Tala-Tala dinilai melanggar sedikitnya tujuh undang-undang, antara lain: UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, UU No. 18/2013 tentang Pemberantasan Perusakan Hutan, UU No. 32/2009 tentang Lingkungan Hidup, UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang, UU No. 2/2012 tentang Pengadaan Tanah, UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan PP No. 104/2015 dan PP No. 23/2021 tentang Kehutanan. Setiap pelanggaran itu memuat ancaman pidana, baik penjara maupun denda miliaran rupiah. Namun hingga kini, tak satu pun pihak ditetapkan sebagai tersangka.

Desakan untuk Menangkap Penanggung Jawab, LSM PEKAN-21 meminta Kapolri dan KPK segera turun tangan menindak kasus ini secara serius. Mereka menekankan bahwa persoalan SPN Tala-Tala bukan hanya soal kerugian fiskal, tetapi pelanggaran hukum kehutanan, tata ruang, dan penghinaan terhadap prinsip negara hukum.

Baca Juga:  PAD Tersandera Rp90 Milliar Maros Menggandeng Jaksa Tagih Perusahaan Bandel

“Bangunan rusak bisa diperbaiki, tapi hutan yang rusak dan hukum yang dilecehkan akan berdampak lama. Tangkap yang bertanggung jawab!” tegas H. Bakri Ramli, S.Sos, Ketua Umum PEKAN-21.

Klarifikasi Kepala Desa Bontomanai, Abd Haris, saat dikonfirmasi wartawan metrosulsel.com, menyatakan bahwa kawasan yang menjadi aset Polri sesuai sertifikat memang seluas 67,2 hektare. Sertifikat diterbitkan pada tahun 2020, berdasarkan rekomendasi Gubernur Sulsel, Bupati Maros, dan hasil pengukuran bersama BPN Maros serta Dinas Kehutanan.

“Pembangunan tahap pertama tahun 2021, seperti bangunan markas, berada dalam wilayah sertifikat Polri. Tapi masalah muncul pada tahap kedua tahun 2022, yaitu pembangunan barak atau asrama. Setelah dicek melalui aplikasi Sentuh Tanahku milik BPN, ternyata bangunan tersebut berada di luar wilayah sertifikat,” jelas Haris, yang mengaku mengetahui hal ini setelah menerima laporan dari masyarakat.


Redaksi | Metrosulsel Investigasi

Editor : Jumadi

Share4Tweet3SendShareSend

Related Posts

RDP MBG Maros Memanas: Dugaan Ketimpangan Honor hingga Dapur Disuspensi, DPRD Akui Tak Berdaya Awasi Program Pusat
Berita Lokal

RDP MBG Maros Memanas: Dugaan Ketimpangan Honor hingga Dapur Disuspensi, DPRD Akui Tak Berdaya Awasi Program Pusat

22 April 2026
KEBAKARAN DI BONTOA MAROS, SATU RUMAH LUDES DAN SATU WARGA LUKA
Berita Lokal

KEBAKARAN DI BONTOA MAROS, SATU RUMAH LUDES DAN SATU WARGA LUKA

18 Maret 2026
HPPMI CAMBA PERKUAT NILAI RELIGIUS LEWAT KEGIATAN ANAK SHOLEH
Berita Lokal

HPPMI CAMBA PERKUAT NILAI RELIGIUS LEWAT KEGIATAN ANAK SHOLEH

17 Maret 2026
Polres Maros Siapkan Personel Hadapi Operasi Ketupat 2026
Berita Lokal

Polres Maros Siapkan Personel Hadapi Operasi Ketupat 2026

11 Maret 2026
KAPOLRES MAROS TEGASKAN ZERO TOLERANCE BAGI ANGGOTA TERLIBAT NARKOBA
Berita Lokal

KAPOLRES MAROS TEGASKAN ZERO TOLERANCE BAGI ANGGOTA TERLIBAT NARKOBA

25 Februari 2026
MUSRENBANG KECAMATAN TURIKALE TA 2027 TUTUP RANGKAIAN DI MAROS, INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN JADI PRIORITAS
Berita Lokal

MUSRENBANG KECAMATAN TURIKALE TA 2027 TUTUP RANGKAIAN DI MAROS, INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN JADI PRIORITAS

13 Februari 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

6 Oktober 2025
MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

24 Februari 2026
LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

24 September 2025
SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

24 Maret 2026
Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

Audit Macet, Penegakan Hukum Terjebak di Kominfo Maros

1
Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

Program Makan Bergizi di Indonesia: Capaian, Tantangan, dan Harapan ke Depan

0
Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

Bocor Usulan Mutasi Pejabat Pemkot Makassar, Nama-Nama Sudah Beredar di Grup WhatsApp

0
Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat: Langkah Penting Lindungi Ekosistem Dunia

0
Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

19 Juni 2026
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

19 Juni 2026
Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

19 Juni 2026
Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

17 Juni 2026

Popular Stories

  • WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    WARGA CAMBA MAROS DIHEBOHKAN ISU PENCURIAN UANG DAN DUGAAN MANUSIA JADI-JADIAN

    9118 shares
    Share 3647 Tweet 2280
  • MANTAN KETUA DAN BENDAHARA KONI MAROS DITAHAN, KASUS DANA HIBAH 2016 DIDUGA RUGIKAN NEGARA RP500 JUTA

    2175 shares
    Share 870 Tweet 544
  • LAYANGAN PUTUS TELAN KORBAN LAGI, PENERTIBAN JALAN BARU DIPERTANYAKAN

    2062 shares
    Share 825 Tweet 516
  • SKANDAL BUSUK DI MAROS: NAMA “H” MENCULAT, SKKPR & SITE PLAN DIDUGA JADI LADANG PUNGLI

    1985 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembakaran Perlengkapan Ibadah di Masjid Maros

    1671 shares
    Share 668 Tweet 418
Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang
Sorotan

Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros Diprotes, Bupati dan DPRD Minta Kajian Ulang

by jum007
19 Juni 2026
0

MAROS  -- Proyek peninggian jalan di kawasan bantaran Sungai Maros, Lingkungan Mannaung, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menuai protes...

Read more
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Dit Samapta Polda Sulsel Kerahkan 100 Personel Bersihkan Dua Pasar di Maros

19 Juni 2026
Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

Warga Protes Peninggian Jalan di Bantaran Sungai Maros, Kelurahan Sebut Demi Selamatkan Ratusan Rumah dari Banjir

19 Juni 2026
Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

Gelombang Pengunduran Diri Kepala Sekolah Sulsel: Alarm Krisis Integritas Pengelolaan Dana BOS ?

17 Juni 2026
PELIBATAN TNI DALAM AKSI DEMONSTRASI DINILAI TIDAK SESUAI TUGAS POKOK, PENGAMANAN CUKUP OLEH POLISI

PELIBATAN TNI DALAM AKSI DEMONSTRASI DINILAI TIDAK SESUAI TUGAS POKOK, PENGAMANAN CUKUP OLEH POLISI

17 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy

© 2025 metrosulsel.com Metrosulsel.com, referensi berita terpercaya dengan informasi aktual, tajam, dan mendalam untuk pembaca di Sulawesi Selatan dan Indonesia.